True Love Celebration – 20 November 2010

True Love Celebration 20 November 2010

Kembali mengundang ke acara puncak True Love Celebration

Setelah setahun membahas dan menelusuri dunia per-jomblo-an, pornografi, pacaran, selibat, dan sampai ke dunia pernikahan, perayaan kali ini akan merangkum kesemuanya. Dengan kiat dan ajaran praktis yang akan dipaparkan oleh Romo Deshi Ramadhani, SJ, kita akan kembali diajak untuk memikirkan panggilan hidup kita dan bagaimana pilihan kita tersebut dapat menjadi penyaluran cinta sejati yang akan merubah generasi ini. Seusai acara perayaan True Love Celebration kali ini akan disediakan waktu dan makan malam untuk teman-teman ngobrol dan kenalan lebih lanjut.

Tempat: Wisma Indocement, Anggrek Room

Jl. Jendral Sudirman Kav 70-71, Jakarta

Sabtu, 20 November 2010 | 4 PM – 7 PM

Acara gratis termasuk makan malam

Tagged with:  

Summary TLC: Fellowship of the Ring

Teaching by: Riko Ariefano

Sore ini kita bicara tentang the Fellowship Of The Ring. Pertanyaan untuk survey sore ini untuk wanita “Apa artinya mempercayakan seluruh hidupmu ke dalam keputusan calon suamimu atau suamimu?” Yang jawab ya 59, tidak 23 orang. Untuk yang pria “Apakah kamu memahami artinya mencintai dan menguduskan calon istrimu dalam Tuhan serta siap melaksanakannya?” Yang jawab ya 19, tidak 23. Kita lebih banyak punya wanita yang siap nikah daripada pria di tempat ini menyebabkan harga cowok melambung tinggi karena komoditas langka.

Saya menikah tahun 2004 dengan istri saya yang barusan nyanyi suaranya seperti malaikat. Saya berkenalan dengan dia tahun 95 waktu itu kami masing-masing punya pacar, hang out bareng, dia pacaran selama 9 tahun dengan cowoknya. Tahun ke 9 dia tunangan, yang mana saya dan mantan saya jadi MC-nya.

Setelah tunangan tak sampai 1 tahun putus. Saya sendiri setelah 6 tahun pacaran bubar, saya single selama 4 tahun ke depan, sementara dia sempat 2 atau 3 kali pacaran. Akhirnya tahun 2003 kami pacaran, dan tahun 2004 kami menikah.

Hari ini kita akan telusuri tentang pernikahan, ada beberapa hal yang sangat penting dalam pernikahan.  

Ef 5:21-33 Dan rendahkanlah dirimu seorang ada pada yang lain..

Kita akan banyak bicara soal ayat-ayat ini. Bagi yang masih ingat yang datang bulan lalu, ini yang kita bicarakan dari Maret (menunjuk pada powerpoint). Bulan Maret pertama kali acara ini diadakan kita bicara dasar teologi body, memahami Allah lewat tubuh kita, dan kita bicara apa artinya mencintai. Mencintai adalah giving, dan bukan menggunakan. Misalnya saya sudah berusia 30 tahun dan saya belum punya pacar. Sementara orang tua saya setiap hari terus mengingatkan saya kapan, kalau cewek usia 30 tahun ke kawinan pertanyaan yang diajukan sama, undangannya kapan, karena pressure terus menerus, karena sering ditekan akhirnya berpikir siapa saja, yang penting segera dapat cowok supaya oom dan tante nggak berisik tanyain terus menerus. Akhirnya siapa saja yang baik dan punya uang langsung ya jadian. Dia pacaran apakah benar-benar mencintai cowok itu? Tidak karena dia butuh cowok itu supaya statusnya aman. Using, dia menggunakan tubuh si cowok, ke beradaan fisik ada di sebelahnya supaya orang pikir dia punya cowok. It’s not love karena cinta selalu memberi, bukan menggunakan.

Bulan April kita bicara tentang pornografi, kalau cowok lihat cewek cakep langsung bisik-bisik ke temannya, sssttt barang bagus, atau ada cowok yang melihat cewek dan bisik-bisik tentang bagian tubuhnya, ini keren, itu pas, itu kepanjangan, itunya kegedean atau kekecilan dikit, yang dilihat hanya bagian anggota tubuh. Kalau cewek itu tubuhnya mampu membuat si cowok on, semangat, maka si cowok menyimpukan cewek ini cakep. Dengan kata lain kriteria cantik dsb hanya seberapa jauh mampu membuat si cowok tergerak.

Jadi dia dekati, supaya orang lain puji dia ceweknya cakep, dia menggunakan tubuh si cewek. Atau cowok lihat gambar-gambar cewek telanjang dan masturbasi, menggunakan tubuh perempuan untuk kepuasanku. Using, not loving.

Di bulan berikutnya kita bicara tentang sex abuse. Sedemikian nafsunya, dia punya power, orang yang lebih lemah powernya digunakan untuk kepentinganku. Lagi-lagi dia nggak loving tapi using.

Terus berlanjut pada singleness dan pacaran, bagaimana single harus dipenuhi oleh cinta Tuhan. Kenyataannya nggak banyak yang melewati hidupnya sungguh penuh dalam Tuhan. Karena bingung terus menerus akhirnya dia pacaran, dan pertanyaannya selalu batasannya ada di mana. Saya tanya suatu batasan di mana itu tujuannya supaya tak jatuh, dan ini juga berarti saya sedang berjalan menuju ke sana atau ke batas itu. Artinya kalau kita tanya pacaran batasnya di mana yang mulai dosa, maka kita sebetulnya sedang berjalan menuju dosa itu. Kalau memang mau pacaran yang bener, kenapa pertanyaannya tak dibalik, yaitu gimana pacaran untuk memuliakan Tuhan. Selama kita bertanya batasannya di mana, kita mau memakai space itu seoptimal mungkin, mau using, gue mau pegang cewek gue sampai mana supaya gak dosa. Kalau di leher ya sampai leher, artinya dia mau mendapatkan kenikmatan sebanyaknya. Lagi-lagi itu bukan loving tapi using.

Bulan lalu kita share pyramid dalam berhubungan. Dalam pacaran kita seringkali tak mau memikirkan atau tak peduli dengan area-area lain yang penting. Kebanyakan langsung masuk ke exclusive relationship. Suka lihat, pdkt, tembak, secepatnya jadian. Dia nggak melewati proses friendship yang berkualitas. Dia tak kenal keluarganya, langsung masuk exclusive relationship, lalu baru berteman, dan ternyata tak cocok. Tapi karena sudah membangun exclusive relationship duluan, maka emotionally sudah nempel. Waktu ternyata gak cocok, mau putus gak bisa, karena sudah emotionally lengket, mau jalan terus juga ga bisa karena tak cocok. Akhirnya jadi masalah. Ini problemnya karena tak mau menjalani friendship dulu. Kenali dulu keluarganya baru exclusive relationship, baru pertunangan, dan married. Waktu step-step pyramid ini dilewati dan tak diperhatikan, kita punya potensi masalah yang besar dalam perkawinan.

Maka kualitas hidup sebagai jomblo sangat mempengaruhi kualitas pernikahan kita. Kualitas persahabatan dengan pasangan juga sangat mepenguaruhi kualitas perkawinan. Baru yang paling atas judulnya seks.

TOB bicara tentang perkawinan sebagai sebuah sakramen

Kalau ingat pelajaran agama, sakramen adalah tanda yang kelihatan dari rahmat Tuhan yang tak kelihatan. Tadi dikatakan bahwa hubungan suami dan istri adalah rahasia tentang hubungan Kristus dan mempelai-Nya sehingga setiap kali melihat pasutri, mereka berdua sebetulnya seperti icon dari sebuah misteri besar. Begitu di klik iconnya, ada jauh lebih banyak program yang kompleks didalamnya. Maka icon mau menggambarkan apa yang sebetulnya mau diungkapkan.

Pernikahan adalah tanda kelihatan dari realitas yang tak kelihatan, yaitu Kristus dan mempelaiNya. Selain itu laki-laki dan perempuan menjadi sakramen bagi satu sama lain. Sakramen-sakramen lain dalam gereja diberikan oleh imam, kecuali pernikahan, karena pasangan saling menerimakan sakramen pernikahan. Jadi di samping pasutri menjadi lambang Kristus dan mempelai-Nya, mereka juga menjadi tanda yang kelihatan dari realitas Allah yang tak kelihatan bagi satu sama lain.

Suami menjadi gambar dan rupa yang kepenuhan cinta Allah bagi pasangannya, demikian pula sebaliknya istri juga menjadi gambar dan rupa dengan kepenuhan cinta Allah bagi pasangannya. Masing-masing menjadi tanda bagi satu sama lain. Mutual.

Ayat “Hai istri tunduklah pada suami…” sering dipakai cowok sebagai alasan kamu jadi istri harus nurut dan mengikuti kata-kataku padahal sebelumnya ada dasarnya, muncul respek satu sama lain, saling merendahkan diri satu sama lain, menjadi subyek bagi satu sama lain. Ada perbedaan besar antara pernikahan sebagai covenant dan kontrak.

Kontrak, saya beli barang, kamu kasih saya barang, saya kasih uang, barang ini menjadi milik saya uang menjadi milik kamu, this will become mine and this will become yours. Yang terjadi dalam perkawinan bukan kontrak tapi covenant. I will became yours and you will become mine, pasangan kamu itu will become totally yours but you will become totally hers, it’s not an exchange of goods it’s an exchange of person, of life.

Dulu waktu kuliah di Amerika, seorang dosen mengatakan marriage is a better form of prostitution karena dalam pelacuran you give sex you get cash, tapi dalam pernikahan you give sex, you get sex, you get a man, you get a house, it’s a better form of prostitution.

Sebagai suami istri, masing2 pasangan dipanggil untuk memberikan diri sepenuhnya dan seutuhnya bagi pasangannya.

Ayat berikutnya mengatakan hai suami kasihilah istrimu. Perintah buat suami banyak, mengasihi seperti Kristus , menyelamatkan, menguduskan, menyucikan, mengasihi istri seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Kalau cowok-cowok seringkali bertolak pinggang dan berkata hai istri tunduklah pada suami, tapi ayat berikutnya perintah buat suami jauh lebih berat karena suami dipanggil untuk menjadi seperti Kristus bagi jemaat. Pertanyaannya berapa banyak suami atau calon suami yang siap menjadi Kristus bagi calon istrinya, berapa banyak cowok yang mengambil tanggung jawab untuk memimpin doa dalam sebuah hubungan, berapa banyak cowok yang ingetin cewek untuk doa, ngaku dosa, ajak ke gereja, bersikap sopan waktu komuni, berapa banyak cowok yang ambil waktu setiap hari bersekutu dengan Tuhan, ‘casue he has to be just like Jesus to his wife. Itu sebabnya istri tunduk pada suami karena suaminya harus serupa dengan Yesus.

Berangkat dari hasil survey ada 19 pria yang siap menjadi seperti Kristus bagi jemaat-Nya. Sementara ada 59 wanita telah siap memperebutkan 19 pria di ruangan ini. ..:-)

Apa artinya menjadi seperti Kristus, apakah cowok-cowok itu mengambil tanggungjawab rohani dalam hubungannya? Seringkali karena alasan bahwa gereja itu urusan cewek, karena di rumah dia melihat nyokap lebih rajin doa daripada bokap, ibu lebih rajin mimpin doa makan, doa novena, Rosario sementara bapak cuma sibuk daripagi sampai malam, tak peduli gereja sehingga banyak yang berpikir church and Jesus adalah bagan wanita. Kalau kamu merasa gereja hanyalah urusan wanita, kamu tak siap untuk menikah!

Beberapa waktu yang lalu, saya kerja di sebuah perusahaan, saya di hire satu company, saya masuk, 2 minggu kemudian ada laporan yang saya harus tandatangani, yaitu laporan keuangan di perusahan itu dan laporan pajak. Setelah saya cek angka yang dilaporkan adalah angka yang salah, saya panggil staf saya. Saya bilang “Kemarin yang saya tandatangani angkanya segini, padahal sebetulnya beda ya”. Dia jawab “Sudah biasa boss kasih laporan yang tak benar. Kalau kasih yang benar bayar pajaknya mahal”. Saya bergumul dalam doa, ini tak jujur, kalau melanggar saya bisa dipecat sementara saya dapat tawaran di perusahaan itu dengan gaji 3x gaji saya di perusahaan sebelumnya. Akhirnya satu hari saya memberanikan diri menghadap boss, dan saya katakana “Pak saya bukan orang suci tapi ceritanya kita mau belajar hidup benar, boleh gak lain kali laporan pajak kita laporkan yang jujur?” Boss saya geleng-geleng kepala. “Riko..Riko.. hampir semua firman Tuhan saya bisa ikuti kecuali yang satu itu” Saya pikir hebat juga, semua bisa diikuti kecuali yang satu itu. Lalu boss saya bilang lagi “Kita kasih ke pajak dikit, selisihnya, kita nyumbang panti asuhan, kalau kita kasih semua ke pajak nanti juga dikorupsi”. Saya katakan “Yesus bilang berikan pada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan berikan Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan. Masalah korupsi urusan dia dan Tuhan, yang penting kita jujur” Anyway, hari itu saya memuji Tuhan bahwa saya nggak dipecat.

Bulan berikut, beberapa hari sebelum laporan, saya bergumul, 2-3 hari sebelum tandatangan, saya menghadap boss dan resign. Saya keluar, waktu keluar, saya belum punya kerjaan, saya nganggur tapi sampai hari ini Tuhan tak pernah membiarkan saya kekurangan sedikitpun dalam hidup sekalipun saya memilih untuk jujur seperti Kristus. Cowok dipanggil untuk menjadi serupa Kristus, untuk hidup dalam kebenaran, kalau tak siap hidup dalam kebenaran Tuhan berarti tak siap untuk menikah. Kepada istri-istri diperintahkan untuk tunduk pada suami seperti tunduk pada Kristus, maka ya cowok2 harus berusaha menjadi serupa Kristus.

Istri tunduk pada suami, saya suka bahasa Inggris woman should be in submission to husband, bagian dari missi suaminya yang adalah mencintai, menyelamatkan, memandikan dengan air dan firman, mengasihi istrinya. Itu misinya dan istri harus menjadi bagian dari misi suaminya dengan membiarkan dirinya dicintai, dilayani, dikasihi, diselamatkan, disucikan dalam Firman. Maka kalau buat cewek tak akan ada masalah kalau punya calon suami yang memandikan dengan firman dan air, menguduskan, menyucikan, menyelamatkan, semua dilakukan suami untuk istri, buat istri tidak ada masalah untuk tunduk pada suami. Banyak kali yang terjadi adalah masalah suaminya.

Ef 5:31 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging. Suami dipanggil untuk meninggalkan orang tuanya dan bersatu dengan istri dan menjadi satu daging, analogi yang sama, suami seperti Kristus, analogi Kristus meninggalkan Bapa-Nya dan segala kemegahan kerajaan untuk bersatu dengan mempelai-Nya, kita ,dan menjadi satu daging dengan kita. “Inilah tubuh-Ku” kita sambut komuni dan jadi satu tubuh dengan Kristus.

Arti nupsial laki-laki adalah memberi.  Nupsial artinya perkawinan. Bayangkan Kristus dan mempelaiNya, suami dan istrinya, serta Tuhan sebagai mempelai pria dan umat-Nya sebagai mempelai wanitaNya. Itu sebabnya dalam perkawinan, waktu suami melakukan hubungan seks dengan istri, suami berada pada posisi memberikan sperm, istri yang menerima. Suami dipanggil untuk member. Tubuh cowok didesign sedemikian rupa sehingga dalam kaitannya dengan wanita (fungsi nupsial) ia mempunyai fungsi memberi.

Wanita di sisi lain memiliki arti nupsial tubuh untuk menerima. Maka laki-laki menunjukkan cintanya dengan memberikan. Dengan memberi cinta ia menerima cinta. Seperti Allah memberi kehidupan. Cewek dengan menerima cinta, ia memberikan cinta.

Seks

Orang suka bilang seks enak, saya bilang gak enak. Yang enak pulang dari sini cari makan. Orang suka bilang seks seru, saya bilang gak seru. Piala dunia itu baru seru. Seks bukan sekadar enak atau seru. Sex is holy, bukan sekadar masalah enak atau seru karena waktu suami dan istri melakukan hubungan seks ini adalah peristiwa mewujudnya janji di atas altar. Cowok janji bakal sayang dalam sehat, senang dan sukses, cewek bilang aku cinta kamu..bla bla bla. Seluruh janji di atas altar hanya kata-kata, tapi waktu memberikan diri secara utuh dalam pernikahan janji ini mewujud dalam hubungan seks suami istri, sehingga seks menjadi perwujudan total pemberian suami dan istri, seks menjadi perwujudan tanda cinta kasih.

Seks sebagai persatuan cinta kasih artinya waktu suami memberikan diri untuk mencintai istrinya, dia memberikan diri sepenuhnya dan tidak menggunakan tubuh istri untuk kepuasan sendiri – tapi dengan cinta lewat tubuh seutuhnya. Begitu juga istri memberikan cinta lewat tubuh seutuhnya bagi suaminya. Maka seks menjadi ungkapan cinta satu sama lain. Familiaris Consortio mengatakan bahwa hubungan suami dan istri adalah peringatan tetap akan apa yang terjadi di atas salib, karena di atas salib Yesus telanjang dan memberikan cinta-Nya secara utuh bagi memelai-Nya. Maka dalam arti tertentu kayu salib adalah seperti ranjang pengantin bagi Kristus dan umat-Nya, karena di atas salib Dia rapuh dan memberikan diri-Nya seutuh-Nya bagi kita. Seperti suami dalam hubungan suami istri, dia telanjang, dan memberikan diri secara utuh bagi istrinya. Konsekuensinya kalau ini cinta kasih yang seperti cinta Tuhan, maka akan selalu berbuah kehidupan yang baru. Waktu kita menerima cinta Tuhan kita terus menerus diperbarui. Maka hubungan suami istri yang mencerminkan cinta Tuhan harus selalu terbuka pada kehidupan. Artinya seks harus memiliki dua unsur, yaitu persatuan cinta kasih dan prokreasi.

Kesimpulan

Marriage love = God’s love = true love = free, total, faithful, dan fruitful. Pemberian diri sepenuhnya, cinta yang total tak menahan apapun, semuanya buat pasanganku. Kadang-kadang orang bilang cintanya total kenyataannya tidak. Misalnya aku berikan diriku seutuhnya untukmu kecuali spermaku. Ini terjadi kalau pasangan menggunakan kontrasepsi, pakai kondom, dsb. Atau istrinya bilang aku memberikan diriku seutuhnya semuanya untukmu, kecuali kesuburanku. Jadi pakai kontrasepsi dan tak mau punya anak berarti tak mau berbuah kehidupan. Waktu kita tak mau berbuah kehidupan, ini bermasalah karena cinta Tuhan selalu terbuka pada kehidupan.

Faithfullness berarti memilih untuk mencintai terus menerus. Memilih mencintai orang yang sama setiap hari seumur hidup. Seringkali permasalahan dalam pernikahan bukan masalah prinsipil yang besar tapi seringkali masalah kecil jadi besar. Contoh, saya kalau suruh angkat kursi ini saya kuat, perbedaan kecil dalam satu hubungan kecil tak ada masalah karena saya kuat menanggungnya. Waktu pikul 1 menit saya masih kuat, cobain 3 menit akan gemetaran. Makin lama makin turun tangan saya, dan menit ke limabelas saya taruh.  Sebetulnya enteng, tapi kalau yang enteng harus dipikul setiap hari seumur hidup ceritanya akan beda. Faithfullness bicara tentang setia mau memikul perbedan kecil, kelemahan, semua seumur hidup walaupun lama kelamaan terasa berat.

Kalau kita bisa siap dalam sebuah hubungan pernikahan, buat cowok atau cewe artinya masing-masing dari  kita siap secara bebas memberikan diri secara seutuhnya, total, mencintai terus menerus menanggung segala perbedaan dan terbuka pada kehidupan. Waktu kita siap menjalankan ini – cowok-cowok menjadi seperti Kristus dan cewek-cewek menjadi seperti umat yang tunduk pada mempelai Kristus, maka kita siap untuk menikah.

Teaching by: Riko Ariefano

Wisma Indocement – 7 Agustus 2010

Transcript by: Mungky & Redi

Tagged with:  

Event: Menikah vs. Selibat? Jangan Salah Pilih

True Love Celebration

Sejuta ‘tetapi’ serta-merta menyerang sebersitpun pikiran untuk hidup selibat. Pastinya dong.
Manusia diciptakan untuk berdua-dua bukan?
Manusia ada untuk beranak-pinak dan meneruskan keturunan bukan?
Banyak anak banyak berkah bukan?
Apa kata orangtua nanti?
Apa juga kata dunia?
Gue bukan orang sucilah….

True Love Celebration kembali mengundang teman-teman sekalian untuk merayakan cinta kasih sejati, dimana kali ini kita akan bah…as tuntas bagaimana hidup selibat justru dapat membawa kita mengerti arti cinta yang sebenarnya. Hidup selibat, dengan segala berkat melimpah dan cobaan yang dikirimkan, mari kita bersama-sama pahami lebih lanjut seluk-beluknya.

You are invited!

True Love Celebration: Sex? No, Thanks!

Wisma Indocement
Jl. Jend. Sudirman Kav. 70 – 71 (next to Landmark)

Sabtu, 4 September 2010

· 15.00 Pengakuan Dosa mulai
· 16.00 True Love Celebration mulai

Pembicara : Romo Deshi Ramadhani, SJ

Tidak dikenakan biaya

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Fenny di 0858 1389 8755 atau Toni di 0813 8972 6397, dan jangan lupa undang teman-teman kalian melalui Facebook Event page melalui link ini

 

 

Tagged with:  

This Generation Speaks 3

This Generation Speaks 2

This Generation Speaks 1

Testimonial #1 of True Love Celebration 2010

© 2010 True Love Celebration