Theology Of the Body InsighT

by: Felicia

Puncak acara True Love Celebration tanggal 20 November 2010 kemarin telah melahirkan sebuah institut pembelajaran dan pendalaman atas Teologi Tubuh yang telah menjadi dasar pengajaran seluruh gerakan TLC.

Bagi yang belum pernah mendengar sama sekali, Teologi Tubuh, Theology of the Body adalah sekumpulan ajaran akan keagungan kasih Allah melalui tubuh manusia, laki-laki dan perempuan, yang disampaikan Paus Yohanes Paulus II semenjak September 1979 hingga November 1984. Beliau memberikan pengajaran tersebut secara rutin dalam 129 pertemuan audiensi setiap hari Rabu.

Teologi Tubuh bila dipahami secara mendalam akan menawarkan jawaban atas sekian banyak pertanyaan manusia dari yang paling dasar dan hakekat sifatnya seperti “Apakah tujuan manusia diciptakan?” hingga ke yang paling praktikal semacam “Mengapa kondom tidak boleh digunakan?”

Teologi Tubuh secara menyeluruh menguraikan pandangan Paus Yohanes Paulus II tentang seksualitas manusia sebagaimana dikehendaki Allah, dan bagaimana tubuh laki-laki dan perempuan serta relasi di antara keduanya menunjuk pada realitas surga dan Allah sendiri. Teologi Tubuh mengajak masing-masing pria dan wanita menghayati kelelakian dan keperempuanan mereka sebagai gambar dan rupa Allah juga mengajak untuk menghayati dan menikmati keadaan mereka masing-masing; entah itu melajang, selibat ataupun menikah.Teologi Tubuh juga menjelaskan bahwa apapun panggilan yang kita jalani dapat membawa kita kepada kebebasan sejati, kebangkitan tubuh dan kehidupan kekal sebagai mempelai Kristus.

Theology of the Body Insight, institut pembelajaran yang dimotori oleh komunitas Domus Cordis tersebut dikelola oleh Sdri. Yurika Agustina sebagai Executive Director, dan beberapa orang orang faculty members yang terdiri dari profesional di bidangnya (dokter, psikolog, pembicara, dsb) serta Rm. Deshi Ramadhani, SJ sebagai moderatornya.

Program-program yang akan ditawarkan adalah:

  1. Kelas Dasar Teologi Tubuh
  2. Kelas Lanjutan teologi Tubuh
  3. Modul-modul bagi kelompok/segmen tertentu (TOB untuk para selibat, orang muda dsb)
  4. Pelatihan bagi para calon pengajar
  5. Retret, rekoleksi dan seminar
  6. Konferensi regional dan nasional

Untuk informasi lebih lanjut silakan mengirimkan email ke: info@teologitubuh.com

Sekretariat TOBIT:
Ruko Royal Palace Block C-1
Jl. Prof. Supomo 178A, Tebet
Jakarta 12810
Ph/Fax: 021-83786555
www.teologitubuh.com

Tagged with:  

Piramida Hubungan – Relationship Pyramid

writing by: Felicia

Relationship Pyramid – Piramida Hubungan

Langkah-langkah dalam menjalin hubungan menurut Teologi Tubuh atau Theology of the Body ajaran John Paul II dapat digambarkan melalui piramid hubungan seperti yang terlihat di atas. Hubungan yang dapat bertahan lama mengarungi berbagai cobaan biasanya berawal dengan persahabatan. Berlanjut ke pengenalan lebih dalam satu sama lain dan juga lingkungan keluarga maupun pergaulan masing-masing, baru kemudian beranjak ke hubungan secara eksklusif dimana sering disebut pacaran. Pada tahap ini juga banyak dari kita yang sering melewati blok fondasi ke dua dan ketiga. Dari berkenalan, tiba-tiba berubah menjadi hubungan eksklusif tanpa banyak waktu bahkan untuk bersahabat.

Setelah pacaran ekslusif, tentunya bisa beranjak ke pertunangan dan selanjutnya pernikahan. Piramida teratas tentunya hubungan seks dimana dilakukan setelah semua fondasi terbangun lengkap. Sayangnya, kecenderungan masa kini justru menunjukkan gambaran piramida yang timpang. Perkenalan yang dimulai dengan hubungan seks, lalu berlanjut ke pacaran yang dipaksakan, mengenal teman-teman si pasangan, menikah karena keterpaksaan, dan baru mengenal satu sama lain secara lebih dalam setelah semua itu terjadi. Dan persahabatan itu sendiri baru mulai dijajaki setelah sekian banyak problema datang menghampiri. Seperti susahnya menyeimbangkan piramida yang terbalik, suatu hubungan yang difondasikan pada balok terkecil akan lebih mudah terombang ambing saat terkena badai hidup. Tidak mau toh, kita hidup seperti itu?

© 2010 True Love Celebration