Gebrakan Sebuah Gerakan

by: Felicia

True Love Celebration telah berlangsung selama sembilan kali.

Ratusan anak muda Jakarta telah datang dan berkumpul, bersama mendalami kembali arti dan tujuan tubuh mereka diciptakan sedemikian adanya. Gerakan True Love Celebration ini digulirkan dengan harapan dan mimpi besar untuk menawarkan sebuah gaya hidup akan keadaan seksualitas anak muda masa kini. Sebuah gaya hidup murni, chaste, yang sebelum-belumnya sering terdengar namun tak pernah betul-betul dikomunikasikan dengan segala pengertian yang terkandung didalamnya. Gaya hidup murni yang bukannya mengekang namun justru membebaskan. Gaya hidup murni yang bukan penuh aturan-aturan baku namun memberikan sebuah pengertian dan tujuan yang jelas dan konkrit, sehingga tak ada lagi aturan yang perlu di langgar.

Sembilan bulan telah berlalu. Sebuah novena telah dipersembahkan.

Hari ini, 30 November 2010, jam 7:30 malam, MetroTV memberitakan bahwa aktifitas seksual di kalangan orang muda semakin meningkat di seluruh penjuru Indonesia.  Ditayangkan, prosentase remaja yang melakukan seks pranikah: Jabodetabek – 51%, Surabaya – 54%, Medan – 52%, Bandung – 47%, Yogyakarta – 37%.

Sembilan bulan gerakan True Love Celebration telah bercerita, berdiskusi dan berdialog akan sebuah gaya hidup yang akan mengembalikan arti seksualitas sebagaimana dikehendaki oleh Sang Pencipta.

Kenyataan yang ada masih juga menggigit dan menguatirkan.

Sebuah novena telah berakhir. Akhir dari sebuah permulaan.

Gerakan True Love Celebration baru saja dimulai, dan pastikan kamu ambil bagian di gebrakan-gebrakan selanjutnya.

Tagged with:  

Article Link: Kemurnian Dalam Pernikahan

link to www.Katolisitas.org

Masih perlukah kita menjaga kemurnian dalam sebuah pernikahan? Bagaimanakah caranya?

Seksi Kerasulan Keluarga paroki Stella Maris baru-baru ini menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan seminar tentang “Kabar Baik tentang Seks dan Perkawinan”. Salah satu session yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 2010 kemarin membahas habis-habisan mengenai bagaimana sepasang manusia dapat menjaga kemurnian dalam sebuah pernikahan.

Mengutip Kesimpulan dari sesion tersebut:

“Kemurnian merupakan penggabungan seksualitas di dalam kepribadian seseorang, dan ini melibatkan pengendalian diri ((lih. KGK 2395)). Dalam perkawinan, kemurnian hubungan suami istri dinyatakan dengan menjaga kesatuan esensial antara persatuan suami istri (union) dan kemungkinan penciptaan (procreation), sebab hanya dengan cara demikian hubungan suami istri dapat sampai pada kepenuhannya dalam hal kasih sejati yang timbal balik, dan orientasinya kepada panggilan mulia sebagai orang tua[2] yang menyalurkan kehidupan kepada anak- anak mereka dan mendidik anak- anak mereka. Hanya dengan melaksanakan hubungan kasih dalam kemurnian inilah, suami istri dapat menemukan arti panggilan hidup mereka dan menemukan kebahagiaan mereka yang sejati di dalam Tuhan.

Pada akhirnya, makna akhir dari penciptaan kita sebagai laki- laki dan perempuan ditemukan di dalam panggilan kita untuk menyatakan dalam di dalam tubuh kita, persekutuan kita dengan Allah Trinitas di dalam Kristus dan melalui Kristus. Perkawinan bukan merupakan tujuan akhir persekutuan manusia, tetapi hanya persiapan untuk perkawinan/ persatuan Ilahi kita dengan Allah di akhir nanti. Hubungan kasih suami istri di dunia ini hanya merupakan gambaran samar- samar akan persekutuan antara kita manusia dengan Allah, yang akan mencapai kesempurnaannya di surga kelak.”

Artikel dari session yang ditulis oleh Stefanus Ingrid tersebut dapat ditemui di link berikut:

 http://katolisitas.org/2010/11/09/kemurnian-di-dalam-perkawinan/

Tagged with:  

Rekomendasi Buku : The Thrill of the Chaste

by: Dawn Eden

Dawn Eden, seorang kolumnis dan blogger kelahiran New York City, menulis buku ‘The Thrill of the Chaste’– Finding Fulfillment While Keeping Your Clothes. Melalui buku ini Dawn Eden menawarkan gaya hidup chastity atau lebih dikenal sebagai gaya hidup murni kepada para wanita dunia. Bermuara dari pengalaman pribadi, buku tersebut membeberkan langkah-langkah yang ia sendiri ambil untuk memulai hidup murni yang tentunya dapat di pertimbangkan oleh para pembaca. Sayangnya, untuk saat ini buku tersebut belum tersedia di Indonesia.

Review dari Publishers Weekly:

Kolumnis New York Daily News dan blogger Dawn Eden menawarkan gaya hidup Kristiani untuk hidup murni para lajang. Buku ini khusunya ditargetkan pada para wanita yang sudah muak dengan gaya hidup seperti yang di gambarkan oleh serial tv Sex and the City. Dawn Eden sendiri adalah seorang lajang di usia tiga puluhan yang mulai memeluk agama Katolik dan menjalani gaya hidup murni di usia dewasanya. Ia yakin menjalani hidup murni secara chastity akan lebih menghasilkan keseharian yang penuh harapan dan hidup daripada apa yang seks bebas hasilkan. Ia mengacu pada Teologi Tubuh dari Johanes Paulus II untuk menjelaskan mengapa umat Kristiani seharusnya menyimpan hubungan seks untuk pernikahan; “our bodies are living metaphors of God’s loving nature,” “tubuh kita adalah bukti hidup yang nyata akan cinta Tuhan,” katanya, dan untuk berhubungan seks pranikah sama artinya dengan membuat janji palsu terhadap komitmen yang total. Dawn tidak hanya berteologi saja, ia juga memberikan saran praktis bagaimana wanita seharusnya berhubungan dengan orangtuanya (kalau orangtua kalian bercerai, seperti orangtua Dawn, kalian seharusnya menahan kecenderungan untuk menyalahkan mereka atas keputusan-keputusan buruk kalian perihal kehidupan seksual kalian) dan masturbasi (hindarilah – kalian hanya akan merasa kesepian nantinya). Di antara sekian banyak buku mengenai hidup chastity dan kemurnian yang sepertinya ditulis hanya untuk pelajar, buku Dawn Eden akan menonjol sebagai buku yang lebih ditujukan pada wanita dewasa.

Komentar dari Yurika Agustina, pembicara True Love Celebration #4 : Single, Smart and Sexy

“Buku ini bagus dibaca oleh para lajang yang ingin mengambil keputusan untuk menjalani kehidupan bebas yang sejati dan bermartabat yaitu dengan menerapkan chastity and holy friendship dalam relasinya. “

Untuk informasi mengenai buku ini lebih lanjut, kunjungi di sini.

Buku dapat di beli melalui Amazon, harga second-hand terjangkau.

Tagged with:  

Keperawanan dan Kemurnian

by: Redi

Mzm. 119:176 Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.

Saya mengingat suatu memori saat saya masih kelas 4 SD, di komunitas Putra Altar di tempat saya tumbuh, heboh akan berita pencurian. Kami sibuk mencari siapa di antara teman-teman Putra Altar yang kiranya menjadi pelaku pencurian yang korbannya teman-teman satu komunitas itu. Kejadiannya sudah berkali-kali. Akhirnya ditemuilah satu tersangka, meskipun belum tertangkap basah juga waktu itu.

Dalam rapat pleno, karena waktu itu ada penggabungan kepengurusan dengan koor anak-anak yang notabene perempuan semua, saya ikut di sana. Mayoritas anggota rapat menuntut agar teman kami yang sering mencuri ini supaya dikeluarkan dari organisasi. Frater pembimbing pada waktu itu melarang, hanya dia yang melarang agar kami tidak membuat teman kami ini makin terpuruk. Dia bilang, seperti Yesus yang mencari domba yang hilang, kita pun perlu membantu teman yang sesat ini untuk pulih.

Memori yang sudah tertimbun tersebut kembali muncul ke permukaan beberapa waktu lalu. Saat itu saya mengajak seorang teman, yang saat ini sudah janda beranak satu berusia 26 tahun untuk mengikuti serangkaian acara True Love Celebration. Tapi dia bilang, “Nggak ah Red, aku udah nggak murni lagi, aku udah nggak virgin.”

Apakah kemurnian itu identik dengan virginitas? Apakah yang harus kukatakan soal virginitas dan kemurnian pada temanku itu? Bukankah kemurnian itu suatu usaha hidup baru?

Tagged with:  

10 Cara Menuju Hidup Murni

-Tips and Tricks-

Cinta sejati menuntut mata yang selalu menuju kepada Tuhan. Cinta sejati bukan mainan ecek-ecek dengan tantangannya yang sungguh kelas berat. Cinta sejati menuntut kemauan baja dan mentalitas tinggi.

Namun, kemauan baja bisa tiba-tiba saja meleleh dalam sekejap.

Salah satu penyebabnya? Overdosis persepsi seksualitas yang sudah terlanjut disalah kaprahkan. Majalah, iklan tv dan juga dvd-dvd saat ini tak hentinya memborbardir kita dengan persepsi mereka tentang bagaimana gaya hidup seksual yang seharusnya dijalani pembaca ataupun penontonnya. Sekian kalinya dalam sehari kita disuguhi pemandangan ataupun bacaan yang terus mendistorsi kebenaran cinta sejati.

Niat baja pastinya adalah modal kita untuk memulai hidup murni. Simak sepuluh cara berikut untuk terus mengasah mata hati supaya tetap mengarah kepada Tuhan demi mendapatkan cinta sejati kita masing masing. 

  1. Berdoa mohon kemurnian setiap pagi.  Tiga kali Salam Maria kepada Bunda  biasanya membantu.
  2. Waspadai dan jauhi hubungan sepertinya akan menjadi hubungan tidak murni bahkan sebelum hubungan itu terjalin erat.
  3. Saat berpacaran, jauhi tempat ataupun situasi yang mengundang ‘bahaya’. Kuncinya adalah kenali ‘bahaya’mu masing-masing. Apakah itu tempat remang-remang, sepi, segala tempat yang menyediakan minuman beralkohol ataupun nomat berduaan di siang hari, kenali ‘bahaya’mu baik-baik dan jauhi dia sebisa mungkin.
  4. Diskusikan dengan pasanganmu akan batasan-batasan dan ekspektasi masing-masing pada masa awal pacaran. Yakinkan kalian mengerti pendirian masing-masing supaya tidak perlu ada perdebatan ‘aku kira kamu kira’ di kemudian hari.
  5. Carilah teman untuk saling mendukung gaya hidup murnimu itu.
  6. Double Date! Triple Date! Makin rame, makin asik. Pastinya pergilah dengan pasangan-pasangan yang bersama-sama mengupayakan hidup untuk cinta sejati.
  7. Jauhi lagu-lagu, majalah ataupun tontonan yang terus mengundangmu untuk hidup tidak murni. Tidak ada pernah kata terlambat untuk berputar arah walaupun kamu sudah sampai ke website yang kesekian ataupun menghabiskan majalah yang kesekian.  
  8. Dengarkanlah saran dari teman ataupun keluarga yang menjalankan hidup Kristiani sepenuhnya.
  9. Pengakuan dosa sekali sebulan akan terus mengingatkan akan niat dan kemauan kita. Jangan pernah malu untuk mengakukan dosa-dosa yang sama lagi dan lagi dan lagi karena percayalah kamu tak sendirian. 
  10. Jangan pernah ragu untuk berkata ‘TIDAK’ bila keadaan sudah berada diluar kendali.

Saat dirasa cobaan sungguh berat untuk hidup murni, jangan pernah bilang menyerah sebelum kamu coba sepuluh langkah diatas!

Sumber : Theology of The Body for Teens ­­– Jason & Crystalina Evert and Brian Butler

Tagged with:  

Young people are the Solution

Dari waktu ke waktu, Tuhan memanggil orang muda untuk bergerak membawa pembaharuan.  Lihat saja Yosua yang membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Atau Samuel yang mendengar Tuhan memanggil namanya. Atau Gideon yang dipilih untuk memimpin 300 umat Allah menghancurkan ribuan pasukan musuh. Atau bayangkan Daud yang paling muda di antara saudaranya, namun justru dipilih [...]

Dari waktu ke waktu, Tuhan memanggil orang muda untuk bergerak membawa pembaharuan.  Lihat saja Yosua yang membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Atau Samuel yang mendengar Tuhan memanggil namanya. Atau Gideon yang dipilih untuk memimpin 300 umat Allah menghancurkan ribuan pasukan musuh. Atau bayangkan Daud yang paling muda di antara saudaranya, namun justru dipilih Tuhan untuk mengalahkan raksasa Goliath.

Hari ini ada raksasa lain yang berdiri besar di hadapan sebuah generasi yang sedang memasuki ambang hari esok. Raksasa ini adalah sex lies, atau kebohongan seksual! Kebohongan ini merasuki jutaan penduduk dunia lewat pengertian yang salah tentang artinya menjadi cowok, menjadi cewek, dan bagaimana membangun  relasi yang sehat di antara mereka.

Akibatnya, kecanduan pornografi dan masturbasi jadi kebiasaan normal di kalangan remaja. Jutaan dollar dihabiskan untuk industri pornografi, hubungan seks di luar nikah semakin menggila, dan tingkat perceraianpun meningkat terus.

Lebih menyedihkan lagi adalah kenyataan para pelakunya yang nggak menyadari bahwa sex lies melumpuhkan kemampuan mereka  untuk mencintai. Pacaran dan hubungan seks bukan menjadi ungkapan cinta yang sejati lagi, tapi sekedar sarana pemuas napsu belaka. Sikap ini lalu terbawa ke dalam pernikahan, dan perlahan-lahan menghancurkannya. Atau jangan-jangan para pelakunya nggak keburu menikah karena virus HIV lebih cepat menggerogoti tubuh mereka. Mau dibawa ke mana dunia ini kalau generasi mudanya kayak gini?

But this is not the end of the story.

Orang muda bukan perusak generasi ini!

Orang muda justru solusinya terhadap tantangan yang ada hari ini.

Kenapa? Karena kalau orang muda memahami benar apa yang sesungguhnya memuaskan hati mereka dan membuat hidup mereka berarti, bukan hanya mereka akan meninggalkan sex lies dan berjuang untuk hidup yang baru dalam kemurnian seksual (chastity), tapi juga mereka akan mewartakan kebenaran ini sehingga wajah generasi ini menjadi baru!

Waktu orang-orang muda berubah, gerak duniapun berubah – because young people today determine the direction of the world today and tomorrow!

Seperti gelap selalu lenyap apabila terang datang, demikian juga kebohongan selalu kalah apabila kebenaran datang. Ini janji Tuhan, dan ini jaminan bahwa chastity atau kemurnian seksual pada akhirnya pasti menang. Seperti Daud menumbangkan raksasa Goliath dengan sebuah batu, demikian orang muda akan menumbangkan kebohongan seks dengan true love yang dari Tuhan.

Nggak heran kalau Paulus berpesan pada Timotius “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu dan dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Tim 4:12).

Mungkin Paulus juga tahu, bahwa orang-orang muda seperti Timotius inilah solusi yang akan menumbangkan raksasa-raksasa jaman kita. Atau orang-orang muda seperti Maria, yang rahimnya dipilih Allah menjadi Ruang Maha Kudus bagi sumber keselamatan bangsa-bangsa.

Young people are not the problem, they are indeed the solution

 

Tagged with:  
© 2010 True Love Celebration