Di Persimpangan Jalan

written by: Felicia

Hidup adalah serangkaian pilihan yang kita buat.

Seringkali kita dihadapkan pada sebuah titik dimana kita harus membuat pilihan. Entah itu titik dimana kita harus memutuskan untuk meninggalkan perusahaan yang lama dan mencoba peruntungan di tempat yang sama sekali asing. Ataupun memutuskan untuk berkomitmen mengambil langkah selanjutnya dengan hubungan kita dengan pasangan. 

Salah satu imbas dari luasnya pergaulan masa kini pun tak jarang kita ditempatkan pada posisi dimana kita harus memlih diantara dua wanita ataupun lelaki untuk kemudian dijajaki lebih lanjut. Saat kepala pusing mau pecah memikirkan langkah apa yang sebaiknya dijalani selanjutnya, kadang kita seakan berharap supaya Tuhan saja yang memilihkan yang terbaik untuk kita.

Maka doa kitapun terkadang berubah menjadi, ‘Ya Tuhan, tutup saja semua jalan yang buruk adanya, sehingga cukup yang terbaik untuk masa depanku saja yang tersisa.’ Baik memang adanya kepasrahan tersebut, namun tentunya bukan itu tujuan Allah pada awal mulanya memberikan kemampuan untuk berpikir dan berkehendak bebas.

Di saat-saat genting seperti ini justru kita diharapkan untuk menentukan sikap, memilah dan mempertimbangkan, lalu memutuskan dengan langkah kaki yang mantap. Dengan sesuai kehendakNya tentu, tetapi bukan artinya lalu kita bisa begitu saja lepas tangan atas apapun yang terjadi. Disitu pertanggung jawaban kita akan pilihan hidup kita masing-masing akan diuji.

Lalu bagaimanakah cara kita, sebagai manusia, mengetahui bahwa pilihan tersebut sesuai kehendak-Nya? Ada lima langkah yang dapat kita dalami lebih lanjut. Dalam bahasa Inggris langkah tersebut bisa disingkat menjadi Five Cs. Conformity to God’s will, Conversion to God, Consistency, Confirmation dan Conviction of the Heart sebagai berikut:

1. Conformity to God’s Will – Sesuai dengan kehendak Tuhan
Yang pertama, pilihan tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahwa pilihan itu masih dalam jalur-jalur sesuai apa yang telah diajarkan sepuluh perintah Allah, gereja dan sesuai pengajaran-pengajaran kitab suci yang telah kita dalami. Misalnya: Pilihan pekerjaan yang mengharuskan kita menanda-tangani berkas-berkas untuk menggelapkan uang bagaimanapun caranya, sudah jelas tidak sesuai dengan kehendakNya, sehingga apa yang tadinya bisa jadi salah satu opsi dalam pilihan hidup kita menjadi bukan suatu rute yang perlu dijajaki lagi.

2. Conversion to God – Mendekati Tuhan
Apakah pilihan tersebut akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan atau menjauhi-Nya. Saat kita dihadapkan pada pilihan pergaulan yang beragam-ragam, pada suatu titik pastinya kita akan diharuskan untuk memilih di lingkungan mana kita akan menghabiskan sebagian besar waktu kita. Suatu lingkunan yang membawa kita semakin menjauhi keberadaan Tuhan, bahkan condong untuk menolak keberadaan-Nya, bukanlah lagi suatu pilihan. Pilihan-pilihan yang tepat akan membawa kita semakin mendekat kepada-Nya.

3. Consistency – Konsisten
Bagaimana cara Tuhan berbicara dengan kita biasanya konsisten. Saat mimpi dan tujuan kita sudah ditanam di lubuk hati kita terdalam, apa yang terbaik bagi kita biasanya tak akan jauh-jauh dari panggilan kita tersebut. Sehingga, seorang pemusik yang sejauh ini tekun mendalami pekerjaannya dan pada suatu pagi terbangun dan terpikir untuk mulai menggeluti dunia perbankan karena melihat siaran televisi di malam sebelumnya yang seakan memanggil namanya keras-keras, pastinya harus mendalami lebih lanjut lagi apakah yang sebenarnya dikehendaki Tuhan daripadanya. 

4. Confirmation – Konfirmasi
Dalam proses pemilihan keputusan yang penting di dalam hidup kita, ada baiknya kita berbagi dilema kita tersebut ke seseorang yang sudah dewasa secara emosional dan spiritual. Seseorang yang kita yakini mempunyai hubungan intim dengan Tuhan dan telah menjalankan pilihan-pilihan hidupnya dengan komitmen penuh dan terbukti sesuai di jalanNya. Feedback mereka bisa menjadi peneguhan atas pilihan yang akan kita ambil. Yang perlu diwaspadai adalah menceritakan kepusingan kita ini kepada sesama teman yang juga masih labil dan goyah dalam pendirian hidupnya. Layaknya orang buta yang memimpin orang buta, tak ada yang tahu pasti kemana arah kaki mereka menapak.

5. Conviction of the Heart – Keyakinan Hati
Hal yang tak kalah pentingnya adalah keyakinan hati kita sendiri. Saat kita telah memutuskan untuk mengambil keputusan tersebut, cobalah untuk mengambil sejenak masa berdiam diri. Meresapkan keputusan itu dan merasakan jauh di lubuk hati kita apakah ketenangan dan kedamaian yang kita temui, atau justru badai dan ombak yang menggila? Beberapa keputusan yang menimbulkan riak-riak dalam hidup kita tidak seharusnya terjadi bila kita berhati-hati mendengarkan suara hati kita sendiri pada masa-masa genting di awal perjalanan tersebut. Suara ini yang sering kali teredam oleh kegirangan dan excitement kita dalam mengarungi sesuatu yang baru dan asing. Entah itu pacar baru ataupun pekerjaan baru.  

Lima langkah C di atas tentunya hanya sebagian kecil saja dari berbagai macam cara untuk menentukan pilihan. Bila alam logika kita mempunyai segala macam cara dari Feasibility Analysis hingga Tabel Pemutusan Pilihan dengan segala hitungan rumitnya, pada akhirnya semua tergantung pada hati kita masing-masing. Namun, yang perlu diingat juga adalah, apapun pilihan yang kita pilih, ketahuilah bahwa Tuhan menyediakan berkat yang berbeda-beda di setiap jalan tersebut. Komitmen dan tanggung jawab akan terus diuji seiring berjalannya waktu, namun satu yang pasti, Tuhan tak akan berada jauh dari kita, ke arah manapun langkah kaki ini memilih untuk melangkah. 

Tagged with:  

Getaran Selibat Sudah Menggema. Lalu?

written and compiled by: Felicia

Proses discernment sudah dilakukan. Tak terasa getaran-getaran mulai terasa. Walaupun sekujur tubuh dan pikiran seakan menolak, “Tidaaak… Jangan aku Tuhaan.. Jangan..’, tetapi ada kerinduan tersendiri untuk melayani-Nya sepenuh hati, jiwa dan raga.

Apakah itu terjadi pada dirimu? Apakah kebingungan lalu beralih ke apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Bagi kalian yang sedang mengeksplorasi panggilan hidup kalian dimana semakin hari getaran semakin menuju ke pilihan hidup selibat, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan. Yang pertama tentunya kenali diri kalian sendiri terlebih dahulu. Apa yang kalian inginkan di hidup ini.  Apa yang merupakan dorongan dan passion kalian. Apa yang membuat kamu, adalah kamu. Dan apa juga yang terbayang kalian lakukan saat terbersit sedikit saja kerinduan untuk melayani Tuhan.  Berdoa intensif? Melayani di bidang pendidikan? Berkarya di tengah masyarakat miskin? Ataupun pelayanan anak muda? Semuanya sah-sah saja, semuanya harus dilakukan tanpa keterpaksaan.

Bila hal penting mengenai siapa dirimu dan apa maumu sudah jelas, saatnya mencari tahu sebanyak-banyaknya mengenai komunitas-komunitas yang ada. Cari tahulah sebanyak mungkin mengenai karakteristik, visi, misi dan jiwa dari berbagai ordo, biara dan  komunitas yang ada. Mencari melalui internet, melalui teman ataupun pembimbing rohani. Menemukan beberapa ‘rumah’ yang kiranya pas untuk tempatmu berkarya di masa depan? Sekarang saatnya mencari pembimbing spiritual maupun teknis untuk membantumu mencapai tujuanmu.

Mendapatkan pembimbing ini seperti mendapatkan seorang mentor di kantor yang membimbing gerak-gerik karir professional kita. Gampang-gampang susah. Untuk mendapatkan pembimbing, hal pertama yang dapat dilakukan tentunya kita harus berani bertanya akan kesediaan mereka untuk kita hujani dengan pertanyaan tentang kegiatan mereka. Tentunya akan lebih baik bila mereka sendiri sedang menjalani kehidupan membiara atau berada di lingkup ordo yang misi dan visinya kiranya sesuai dengan jiwamu. Langkah termudah tentunya menghubungi gereja parokimu dan bertanya pada para imam apakah mereka mempunyai saran ataupun nasehat. Bila kalian datang dengan hati terbuka dan jujur menuturkan diri apa adanya, pastinya merekapun akan dengan senang hati menunjukkan pintu-pintu yang selama ini tersembunyi dari pandangan.

Tentunya di atas segalanya tetaplah terus jalin hubungan erat dengan Dia yang Maha Tahu dalam setiap keraguan dan peneguhan yang kalian dapati selama menggali panggilan tersebut. Jangan lupa juga ajak orangtua dan sahabat terdekat kalian untuk ambil bagian dalam pencarianmu ini sedari awal. Biarkan rahmat Tuhan bekerja melalu mereka juga. Semua respon yang mendukung, mermpertanyakan, meragukan dan menyemangati adalah caraNya untuk terus membantumu mengasah pilihan akan panggilan hidup yang penuh berkat ini.

Doa kami, segenap umat gereja, pun menyertai kalian yang merasakan sedikit saja getaran kerinduan untuk melayani-Nya. Jangan ragu, dunia terbuka lebar untukmu, yang perlu kamu lakukan adalah menjalani semuanya selangkah demi selangkah.

Beberapa tautan ke website susteran dan ordo-ordo  dibawah ini semoga dapat menjadi satu, dua langkah awal kalian menuju ke tujuan yang kalian dan Tuhan kehendaki. List dibawah sama sekali bukan list yang lengkap atas keterbatasan tempat.

FMA (Figlie Di Maria Di Ausiliatrice -Putri-putri Maria Penolong Umat Kristiani – Suster-suster Salesian)

FMA adalah sebuah kongregasi yang sepenuhnya milik Bunda Maria, demikian pesan Santo Yohanes Bosco pada tanggal 5 Agustus 1872 kepada Sr. Maria Domenica Mazzarello dan 10 suster FMA pertama, sesaat setelah mereka mengucapkan janji(kaul) kesetiaan untuk menjadi seperti Maria dan penolongnya secara khusus bagi kaum muda putri yang miskin.

http://www.st-yohanesbosco.org/profil-susteran.html

Ordo Santa Ursula

Uni Roma Ordo S. Ursula adalah Tarekat Internasional yang dibaktikan kepada kerasulan. Para anggotanya terdiri dari religius wanita yang mewartakan kabar baik ke dunia. Kasih kepada Kristus merupakan sumber hidup mereka, dan cita-cita mereka adalah membangun Kerajaan Allah di dunia. Beberapa kerasulan mereka adalah di bidang pendidikan, sosial, rohani, kesehatan gigi dan alkitabiah.  

http://www.ursulin.or.id

Kongregasi Bunda Pengasih Gembala Baik

“Kami dipanggil, diutus  dalam misi rekonsiliasi  untuk mewartakan : CINTA BELAS KASIH yang mencari, mengampuni, memperdamaikan, menyelamatkan. Kami mengungkapkan karisma belas kasih Yesus Gembala Baik melalui kehidupan kontemplatif dan aktif.” Karya pelayanan terutama ditujukan bagi perempuan dan anak-anak yang terluka oleh keadaan hidup dan di pinggirkan dalam masyarakat.

http://www.bonpasteur.com/gembalabaik

Suster-Suster Cintakasih St. Carolus Borromeus

Dengan mengacu pada kharisma cinta tanpa syarat dan bela rasa dari Yesus Kristus yang tersalib, suster-suster CB ini mempunyai visi agar yang miskin, yang tersisih dan yang menderita diselamatkan dan dibebaskan dalam kerajaan Allah. Karya kerasulan mereka berpusat di bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan pastoral.

http://sustercb.org/index.php

Ordo Karmel

Ordo Karmel Provinsi Indonesia adalah suatu komunitas religius di dalam Gereja, yang berinspirasi semangat Elia dan Santa Perawan Maria, hidup dari Sabda  dan menemukan kehadiran Allah di dunia ini melalui hidup doa, persaudaraan, dan pelayanan. Beberapa dari misi mereka adalah mengembangkan komunitas-komunitas Karmel yang dijiwai persaudaraan kontemplatif dan giat dalam melayani Tuhan dalam doa dan kerasulan, pelayanan kaum miskin dan mengembangkan upaya teologis dan sarana praktis devosi kepada Santa Perawan Maria.

http://www.indocarm.org/visi-dan-misi/visi-misi-ordo-karmel-indonesia

Serikat Jesus

SERIKAT JESUS lebih dikenal dengan sebutan “Jesuit”. Pekerjaan Jesuit yang beragam dari ahli hokum hingga pendidik mencerminkan seseorang yang ingin menemukan Tuhan dalam segala hal, sebagaimana dikatakan oleh St. Ignatius.  Misi mereka adalah menyebarkan iman dan menegakkan keadilan yang didasarkan pada Jesus Kristus. Bersama dengan seluruh umat Gereja, para Jesuit menempatkan diri mereka dalam Tuhan yang hadir di dunia ini dan bertanya kepada dirinya sendiri, “apa yang sudah aku lakukan bagi Kristus, apa yang sedang aku lakukan bagi Kristus dan apa yang akan aku lakukan bagi Kristus”

http://www.provindo.org/

Ordo Salib Suci

Ordo Salib Suci adalah Ordo Kanonik Regulir. Artinya: Ordo yang hidup menurut peraturan atau aturan tertentu. Peraturan tersebut didasarkan pada Regula Santo Agustinus dan Konstitusi Ordo Salib Suci. Tantangan Yesus yang mengajak manusia mengikuti-Nya secara total dan radikal masih menyengat hingga kini. Ciri utama dari para anggota Ordo Salib Suci adalah hidup bersama, hidup berimbang antara karya dan doa (vita mixta). Selain itu, liturgi pun mendapat perhatian yang mendalam dari para anggota Ordo Salib Suci. Ciri-ciri tersebut sejalan dengan tiga pilar utama Ordo Salib Suci ya itu: Cultus (kebersatuan hidup dengan Allah), Communio (kebersatuan dengan konfrater) dan Caritas (kebersatuan dengan orang-orang di sekitar atau dengan umat yang dilayani).

http://www.osc.or.id/

Ordo Fratrum Minorum (Fransiskan)

Rangkuman dari spiritualitas Fransiskan yang diikuti oleh Ordo ini menjadi hidup dengan adanya lembaga JPIC-OFM Indonesia. JPIC yang adalah singkatan dari Justice, Peace and Integration of Creation atau Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan. Lembaga ini mengupayakan cara hidup dan karya yang menjawab tantangan zaman, kepedulian dan pembelaan bagi yang miskin dan tertindas. Kegiatan mereka meliputi 5 bidang yaitu bidang Animasi, Litbang, Sosial Karitatif, Ekologi dan Advokasi. Beberapa karya kerasulan OFM lainnya adalah kegiatan misionaris, pelayanan sosial, pendidikan dan karya parokial

http://ofm.or.id/

Tagged with:  

What Is Your Calling In Life?

Click picture to enlarge

Click picture to enlarge

Tagged with:  

Sebelum Lonceng Berdentang

by: Felicia Sidharta

Lita dan Bobi baru saja bertunangan. Rina dan Bobi berkenalan lima minggu yang lalu. Seminggu pendekatan, jadian sebulan, detik ini mereka resmi sudah berstatus tunangan dan sibuk merencanakan pernikahan untuk tahun depan. Teman baik Bobi, Geri bercerita, “Lita itu bukan dari komunitas kita, dan nggak pernah dikenalin ke kita kita. Kayaknya Bobi takut kalau sampe ketemu teman-temannya, Lita berubah pikiran”. Uh Oh. Ada apakah?

Ternyata, Bobi ini di komunitasnya sendiri terkenal sebagai cowok yang kadar kebejatannya mendapat nilai cukup tinggi. Tentunya setiap saat seseorang merambah keluar dari komunitasnya untuk memperluas pergaulan, seseorang tersebut seakan mendapat lembaran putih bersih untuk di isi bersama dengan teman-teman barunya? Dalam kasus ini, apakah Lita tahu bahwa ia akan mengisi lembar kosong kesekian di buku kehidupan Bobi yang telah terkumpul tebal selama 25 tahun kebelakang? Apakah Lita mempunyai cukup waktu dan energi untuk mengintip sejenak ke halaman depan buku Bobi dalam sebulan mereka pacaran ditambah seminggu pendekatan?

Kita harapkan saja demikian.

Bertemu, saling berkenalan, pacaran, berkenalan lebih jauh, tunangan, berkenalan lebih-lebih jauh lagi, lalu menikah. Demikian proses alami kehidupan. Rites of passages. Kadang memakan empat tahun, lima tahun, tujuh tahun dan belakangan ini sering dijumpai perjalanan dari titik A hingga titik Z terjadi dalam rentang waktu kurang dari setahun. Dalam kasus ekstrimnya seperti Lita dan Bobi, terjadi dalam sebulan lebih sedikit saja. Sebenarnya tidak ada patokan rentang waktu untuk proses penjajakan tersebut. Sehingga, untuk mengatakan paling tidak pendekatan sekian sekian bulan, pacaran sekian sekian bulan sebelum tunangan adalah hal yang mustahil untuk di ilmu bakukan.

Hal-hal yang bisa menjadi patokan kemudian lebih mengacu pada apa saja yang terjadi dalam rentang waktu tersebut dan bukanlah berapa lamanya. Demikian kiranya beberapa hal mendasar tersebut:

Jauh sebelum berkenalan dengannya:

  • Kenali dirimu sendiri. Ketahui prinsip hidupmu, dekatkan diri ke Tuhanmu dan kenali batasan-batasan dirimu sendiri.
  • Ketahui pasangan hidup seperti apa yang baik untukmu dan berdoalah supaya kamu dapat menyadari kehadirannya saat kalian akhirnya bertemu.

Pada saat perkenalan:

  • Kenali tingkah laku dirinya, dan bagaimana dirimu berinteraksi dengannya saat keadaan memancing kalian untuk bahagia dan sedih.
  • Kenali dirimu sendiri dan dirinya saat keadaan menuntut salah satu dari kalian untuk menyemangati yang lainnya.
  • Kenali teman-teman dan keluarga terdekatnya, bagaimana mereka berinteraksi dengannya dan catat juga  bagaimana cara mereka mengkomunikasikan cinta dengannya.
  • Kenalkan dia dengan teman-teman terdekatmu, coba mengerti asal muasal reaksi mereka terhadap pacarmu itu, apapun reaksinya. Apakah berasal dari tempat yang mengedepankan kepentinganmu atau tidak.
  • Perhatikan perkembangan iman dan hubungan pribadinya dengan Tuhan. Bila memungkinkan ajak beribadah bersama.
  • Bila sudah ada tanda-tanda spesial, jangan menunggu lama untuk membawa namanya ke dalam doamu sehari-hari. Berdoalah untuk kejernihan hati dan kemampuan discernment.   

Bila sudah beranjak ke jenjang yang lebih serius, segala hal yang menyangkut hidup bersama di masa depan menjadi relevan untuk di bicarakan. Menanti hingga pesta perkawinan selesai untuk memulai membicarakan hal-hal dibawah ini bisa menjadikan awal pernikahan yang penuh dengan argumentasi:

  • Uang memang bukan segalanya, tapi berkemungkinan untuk menjadi akar dari segala masalah di dunia pernikahan. Beberapa diantaranya seperti :  Tanyakan apakah ada hutang yang perlu dilunasi. Diskusikan juga berapa banyak dari uang kalian nantinya yang akan menjadi tanda kasih kalian ke orangtua masing-masing. Perhatikan juga kebiasaannya berbelanja.
  • Mengenai anak. Berapa banyak, kapan dan pendidikan seperti apakah yang kalian inginkan untuk mereka.  Ekspektasi orang tua masing-masing dalam membesarkan anak-anak kalian nantinya.
  • Diskusikan perkembangan karir kalian, apakah akan ada kejutan-kejutan yang mungkin terjadi kedepannya. Misalnya, kemungkinan training ke luar negeri selama setahun, pindah lokasi ke luar kota selama beberapa bulan setelah pernikahan dan seterusnya.
  • Again, discernment akan pasangan hidup kalian. Semoga saja status ‘tunangan’ tidak akan menjadi batu sandungan dalam mengambil keputusan bila memang hasil discernment tidak sesuai harapan.  

Tentunya masih banyak lagi yang harus dibicarakan bila memang hubungan kalian sudah sampai ke jenjang pernikahan, dan banyak buku-buku dan kursus persiapan yang dapat di pelajari. Tips-tips di atas hanyalah segelintir saja dari sekian banyak bahasan yang harus didalami. Yang terutama disini adalah sikap keterbukaan kalian  masing-masing dan niat tulus untuk mengusahakan yang terbaik bagi satu sama lain dalam mendiskusikan perbedaan-perbedaan yang ada.

Banyak yang berkata memang pernikahan itu bagai membeli kucing dalam karung (yang non-refundable ya), bila setelah pernikahan pribadi pasangan kita berubah 180 derajat dari persepsi mula kita tentang dia , kita harus menerima mereka apa adanya. Semoga dengan perbincangan dan perkenalan mantap sebelum lonceng berdentang, yang 180 derajat itu boleh saja menjadi 5 sampai 10 derajat sajalah perbedaannya dari apa yang sudah kita kenali.

Tagged with:  

10 Cara Menuju Hidup Murni

-Tips and Tricks-

Cinta sejati menuntut mata yang selalu menuju kepada Tuhan. Cinta sejati bukan mainan ecek-ecek dengan tantangannya yang sungguh kelas berat. Cinta sejati menuntut kemauan baja dan mentalitas tinggi.

Namun, kemauan baja bisa tiba-tiba saja meleleh dalam sekejap.

Salah satu penyebabnya? Overdosis persepsi seksualitas yang sudah terlanjut disalah kaprahkan. Majalah, iklan tv dan juga dvd-dvd saat ini tak hentinya memborbardir kita dengan persepsi mereka tentang bagaimana gaya hidup seksual yang seharusnya dijalani pembaca ataupun penontonnya. Sekian kalinya dalam sehari kita disuguhi pemandangan ataupun bacaan yang terus mendistorsi kebenaran cinta sejati.

Niat baja pastinya adalah modal kita untuk memulai hidup murni. Simak sepuluh cara berikut untuk terus mengasah mata hati supaya tetap mengarah kepada Tuhan demi mendapatkan cinta sejati kita masing masing. 

  1. Berdoa mohon kemurnian setiap pagi.  Tiga kali Salam Maria kepada Bunda  biasanya membantu.
  2. Waspadai dan jauhi hubungan sepertinya akan menjadi hubungan tidak murni bahkan sebelum hubungan itu terjalin erat.
  3. Saat berpacaran, jauhi tempat ataupun situasi yang mengundang ‘bahaya’. Kuncinya adalah kenali ‘bahaya’mu masing-masing. Apakah itu tempat remang-remang, sepi, segala tempat yang menyediakan minuman beralkohol ataupun nomat berduaan di siang hari, kenali ‘bahaya’mu baik-baik dan jauhi dia sebisa mungkin.
  4. Diskusikan dengan pasanganmu akan batasan-batasan dan ekspektasi masing-masing pada masa awal pacaran. Yakinkan kalian mengerti pendirian masing-masing supaya tidak perlu ada perdebatan ‘aku kira kamu kira’ di kemudian hari.
  5. Carilah teman untuk saling mendukung gaya hidup murnimu itu.
  6. Double Date! Triple Date! Makin rame, makin asik. Pastinya pergilah dengan pasangan-pasangan yang bersama-sama mengupayakan hidup untuk cinta sejati.
  7. Jauhi lagu-lagu, majalah ataupun tontonan yang terus mengundangmu untuk hidup tidak murni. Tidak ada pernah kata terlambat untuk berputar arah walaupun kamu sudah sampai ke website yang kesekian ataupun menghabiskan majalah yang kesekian.  
  8. Dengarkanlah saran dari teman ataupun keluarga yang menjalankan hidup Kristiani sepenuhnya.
  9. Pengakuan dosa sekali sebulan akan terus mengingatkan akan niat dan kemauan kita. Jangan pernah malu untuk mengakukan dosa-dosa yang sama lagi dan lagi dan lagi karena percayalah kamu tak sendirian. 
  10. Jangan pernah ragu untuk berkata ‘TIDAK’ bila keadaan sudah berada diluar kendali.

Saat dirasa cobaan sungguh berat untuk hidup murni, jangan pernah bilang menyerah sebelum kamu coba sepuluh langkah diatas!

Sumber : Theology of The Body for Teens ­­– Jason & Crystalina Evert and Brian Butler

Tagged with:  

How do you know when to end a relationship?

by: Monica

Pertama, untuk wanita. Ada 16 sikap, perilaku dan tindakan, yang bila salah satunya saja dilakukan oleh pasangan anda, kamu memiliki cukup alasan untuk mengakhiri hubungan yang anda jalani. Atau setidaknya, pikirkanlah baik-baik dalam hatimu tentang kelanjutan hubunganmu dengan pria itu.

The ‘dump’ him list:
1. Kamu harus berkali-kali memberitahunya untuk berhenti melakukan sesuatu.
2. Kamu merasa ingin ‘memperbaiki’ dia
3. Dia mengkonsumsi pornografi
4. Dia memukul kamu, mendorongmu, dan melakukan hal-hal yang membuatmu takut.
5. Dia peminum dan ketergantungan obat-obat terlarang.
6. Dia tidak peduli bila kamu berbohong kepada keluargamu.
7. Dia membawa kamu menjauh dari Tuhan
8. Dia mengejek atau menjelek-jelekanmu, walaupun ia berkata, “Cuma becanda kok…”
9. Dia menipu kamu
10. Dia berbohong padamu
11. Dia menggoda perempuan lain
12. Dia membuat kamu bersalah supaya kamu melakukan apa yang ia inginkan
13. Dia membuat waktu bersama keluargamu berkurang
14. Dia bersikap buruk dan menyalahkan orang lain atas perbuatannya
15. Dia tidak bisa lepas daripadamu dan emosinya seperti tidak dapat berfungsi dari dirinya sendiri
16. Kamu tidak tahan dengannya dan tidak dapat ‘stay pure’.

Dan berikut ini untuk para pria. Bila sikap dan tindakan dibawah ini ditunjukkan oleh pasanganmu, lepaskanlah.

The ‘dump’ her list:
1. Dia menipumu dan menggoda laki-laki lain
2. Dia materialistic dan sepertinya hanya suka padamu bila membelikannya barang-barang saja
3. Dia menggoda anda secara seksual dan dengan seksualitasnya
4. Dia secara emosional bergantung padamu : dia benar-benar tidak dapat hidup tanpamu
5. Dia peminum dan bermasalah dengan obat-obat terlarang
6. Dia berbohong padamu dan pada keluarganya
7. Dia membuatmu jauh dari Tuhan
8. Ia membesar-besarkan hal yang tidak penting dan menyepelekan hal yang penting
9. Dia aktif dalam gossip orang lain dan merendahkan orang lain
10. Dia memaksamu dengan mengancam akan memutuskanmu
11. Dia benar-benar tidak memiliki motivasi dan apatis, tidak peduli tentang apapun.
12. Hubungan kalian hanya berdasarkan ketertarikan saja, bukan pada kesesuaian atau kecocokan
13. Kamu tidak dapat membayangkan kamu menikahinya
14. Kamu merasa ingin memperbaikinya
15. Dia lebih menginginkan kamu menghabiskan waktu bersamanya daripada bersama keluargamu
16. Anggota keluarga atau sahabat dekatmu tidak tahan dengannya dan benar-benar merasa ia tidak baik untukmu

Ini bukan saja hanya kesalahan-kesalahan kecil, tetapi ini dapat menjadi masalah besar bila dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Jika pasanganmu menunjukkan sikap dan tindakan seperti diatas, sangat direkomendasikan untuk segera mengakhiri hubunganmu. Ingat, dirimu masih jauh lebih berharga daripada harus dihabiskan dengan hubungan yang tidak harmonis ini. Mengapa tetap bersama dengan orang yang tidak dapat menghargai dirinya sendiri dan menghargaimu?

“Only chaste man and chaste woman are capable of true love” JP2

Girls section is taken from: Pure Womanhood by Crystalina Evert
Guys section is taken from: Theology of the Body for teens by Jason Evert.

Tagged with:  
© 2010 True Love Celebration