Kalau membaca atau mendengar topik True Love Celebration (TLC) kali ini, apa sih yang ada di pikiran kalian? Pasti ada yang berkata dalam hati, “Ngapain sih skandal gereja dibahas-bahas?” Atau malah ada yang jadi penasaran banget, “Wah bakal seru nih topiknya!” Dan juga pasti ada yang nggak tahu menahu, “Perasaan gereja Katolik adem ayem aja deh, kok tiba-tiba membahas skandal?”
Nah, kembali ke judul, disitu ada kata “cannot”! Berarti skandal apapun tidak bisa menjatuhkan atau meruntuhkan Gereja. Ah masa sih? Mau dibuktiin? Mari dibaca sampai habis ;p
Ngaku Dosa Dulu
Sejak siang hari seperti biasa, TLC diisi oleh anak muda – anak muda yang rindu akan curahan kebaikan Bapa lewat Sakramen Pertobatan. Saat itu, Sakramen Pertobatan dilayani oleh 2 orang Pastur yang hebat banget; Romo Agustinus Purwanto, SJ dan Romo Anton P. Hestasusilo, CICM. Pengakuan dosa saat itu berlangsung lancar dan sangat khusuk, mengingat TLC sempat skip 1 bulan, membuat para anak muda benar-benar meresapi setiap bagian dari acara TLC yang diawali dengan Sakramen Pertobatan.
Hari mulai sore dan makin banyak yang berdatangan. Dresscode kali ini adalah biru muda seperti warna logo Twitter. Ruang Melati di Wisma Indocement yang jadi tempat acara saat itu langsung terasa bersuasana lembut dan kalem. Seperti hati Yesus yang lembut… J
Statistik Bicara
Selesai berdoa, bernyanyi, memuji dan memuliakan Tuhan, pengajaran langsung dimulai oleh Bro Violison. Bro enerjik ini memulai dengan pengantar makna dan juga statistik terlebih dahulu. Pertama-tama doi menjelaskan tentang scandal itu sendiri, yang diambil dari Wikipedia.com, yang artinya, tindakan kesalahan (baik dan buruk, benar dan salah) yang dilakukan secara umum (http://en.wikipedia.org/wiki/Scandal).
Setelah itu Bro Vio menambahkan, jika dilacak melalui Google, dari 4,7 juta hasil “Roman Catholic Scandal”, terdapat top 10 kasus sexual abuse. Berarti, benar dong di Gereja Katolik terdapat skandal? Eits, jangan terburu-buru dulu, yuk cek secara statistik; ternyata, Gereja Katolik termasuk yang mempunyai kasus sexual scandal paling sedikit secara worldwide. Selain itu, ternyata yang paling banyak melakukan sexual abuse adalah beberapa profesi di luar profesi sebagai pemimpin agama Katolik.
Memang banyak kasus-kasus skandal gereja yang dilaporkan dan kemudian dituntut oleh publik, tapi hal itu semata-mata karena masalah materi. Dan tidak berhenti disitu saja, kebijakan Gereka Katolik pun juga bertindak bijak dengan mempunyai keputusan untuk menghukum pemimpin gereja yang memang melakukan skandal sex.
Dengan data yang ada, walaupun dengan jumlah kecil, pasti ada yang bertanya, “Kenapa sih Roh Kudus tidak melindungi, kan pemimpin Gereja sangat diurapi?”
Catatan Sejarah
Nah, sekarang kita simak pembahasan dari sisi historisnya yang dibawakan oleh Bro Renaldo. Sebenarnya, skandal secara luas (tidak hanya sexual abuse saja), sudah ada semenjak dahulu kala. Dicontohkan skandal yang justru dilakukan oleh beberapa Paus, pada rentang abad 3-15. Dimulai oleh Paus Stefanus VI yang mengadili pendahulunya Paus Formosus yang sudah wafat. Kala itu, Paus Stefanus VI meminta untuk menggali kubur Paus Formosus dan kemudian diletakan di ruang pengadilan. Kemudian disusul oleh Paus Yohanes XII yang memberikan tanah untuk gundiknya dan juga membunuh seseorang yang menangkap basah Beliau dengan gundiknya. Ada skandal Paus Benediktus IX yang menjual tahta kepausan. Dan masih ada lagi kisah bad Popes yang bisa dicari infonya di dunia maya (http://en.wikipedia.org/wiki/Bad_Popes).
Dari sejarah di atas kita bisa menemukan fakta bahwa yang akan “diserang” pertama kali untuk menjungkirbalikan Gereja adalah justru pemimpin-pemimpinnya. Tidak heran mengapa Paus, Kardinal, Uskup dan Imam sering kali ditemukan memiliki kasus-kasus scandal. Tapi Tuhan kita yang Mahaajaib tidak tinggal diam lho. Sejarah menyatakan sekitar tahun 1300an, pada saat Paus Inosensius III bertahta, ia bermimpi Basilika Lateran akan roboh, tapi ditahan oleh seseorang. Orang itu ternyata adalah Fransiskus dari Asisi, yang dianggap sebagai utusan Allah dalam membangkitkan kembali Gereja yang sudah dalam suasana kacau balau.
Berkat Janji Tuhan
Benar adanya bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya yang indah. Dia berjanji bahwa maut tidak akan menjatuhkan Gereja-Nya (Mat 16: 18-19). Kepada Paus dan para Uskup dalam persekutuan dengannya, Tuhan mempercayakan kunci Surga. Dalam pelaksanaannya, memang pelayanan mereka tidak mudah dan sering kali jatuh ke dalam pencobaan, tetapi janji Tuhan berkata bahwa maut tidak akan menjatuhkannya.
Joseph Ratzinger (Paus Benedictus XVI), berkata dalam sebuah wawancara dengan salah satu televisi Jerman sekitar tahun 1970-an, bahwa Roh Kudus tidak mendikte siapa Paus yang harus dipilih, melainkan seperti seorang pendidik yang baik, memberikan kebebasan kepada Gereja untuk belajar, namun tanpa meninggalkan kita sama sekali. Ia menjamin bahwa walau bagaimanapun terjadi, tidak segalanya akan runtuh.
Maka secara data statistik dan sejarah, walaupun Gereja dilanda banyak skandal, tapi nyatanya sekarang Gereja menjadi lebih besar dan makin bertumbuh. Setiap “remedial” diberikan oleh Tuhan sendiri untuk memulihkan Gereja kesayangannya. Dan dari 266 Paus hingga sekarang, sudah sekitar 70-80 Paus yang digelari orang kudus. Kalau kata Bro Vio, Gereja juga tidak menutup-nutupi skandal yang ada, maka jika memang pemimpin Gereja terbukti salah, Gereja membuka diri untuk memberikan hukuman yang setimpal. Sebagai contoh, saat Paus Benedictus XVI bertahta, Gereja mengeluarkan dana sekitar 1 trilyun dolar untuk memberi ganti rugi kepada para korban skandal sex yang dilakukan oleh para imam. Yes indeed, the gate of hell shall not prevail againts it!
Adorasi
Kemudian untuk meresapi kehadiran dan kebaikan Tuhan atas Gereja, kami semua dimanjakan dengan kehadiran Yesus sendiri melalui pentahtaan Sakramen Maha Kudus yang dipimpin oleh Romo Angeli Giovanny Battista Patty, MSC setelah pengajaran usai. Dengan penuh iman dan harapan, kita berdoa: Yesus yang Maha Baik, tolonglah kami, biarlah Engkau sendiri yang memulihkan Gereja-Mu.
Jangan lewatkan serunya TLC di bulan Juni mendatang yang akan membahas tentang party-nya umat Katolik, “We Love The Mass” di tempat yang sama di Wisma Indocement Ruang Melati jam 16.00. Seperti biasa akan ada pengakuan dosa jam 14.30 yang akan dilayani oleh dua Romo. Ajak teman-temanmu untuk merasakan dahsyatnya urapan Tuhan di True Love Celebration.
(Lia Agatha)











