Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. – Matius 19:6

Disebuah VCD mengenai perkawinan ada leluco lucu pada waktu pastor bertanya kepada pengantin wanita “Apakah kamu bersedia untuk setia saat suka dan duka” dan si pengantin wanita menjawab “Hmmm saya coba”. Pengantin pria langsung menunjukkan muka terkejut ‘Hah?’ Pada kenyataannya menikah bukan hal yang gampang karena kedua mempelai bukan hanya menerima kelebihan masing-masing pasangan tetapi juga satu paket dengan segala kekurangannya.

Berikut sekumpulan rahasia sukses perkawinan dari mereka yang sudah lama menjalaninya:

-  Pada suatu retret, pembicara retret mengatakan umur perkawinan mereka sudah memasuki usia 22 tahun.  Sebagai pasangan yang bertolak belakang satu sama lain, lima tahun pertama perkawinan mereka adalah tahun-tahun terberat karena banyak hal yang harus disesuaikan. Apa rahasia perkawinan mereka sehingga dapat bertahan sampai saat ini ? Ternyata setiap pagi pasangan suami istri tersebut selalu saling memberkati, satu sama lain. Saat sedang happy dan tidak ada masalah, tentunya gampang melakukannya. Tetapi bagaimana saat sesudah betengkar, terlebih saat pertengkaran itupun belum tuntas. Tapi  itulah komitmen merekadalam menjalani kehidupan pernikahan mereka.

-  Salah seorang teman bercerita bagaimana orang tua mereka yang dijodohkan, baru bertemu pada hari pernikahan. Hingga saat ini mereka tetapmasih awet dan bertahan. Rahasia suksesnya adalah kesabaran dari mamanya yang tetap bertahan dalam situasi apapun walaupun si papa memiliki temperamen yang keras dan cepat marah. Saat ini usia pernikahan mereka telah mencapai 40 tahun.

-  Seorang teman wanita yang karirnya lebih sukses dari suaminya mengatakan bahwa perkawinan mereka bisa bertahan karena mereka ber dua mempunyai sebuah komitmen. Komitmen bahwa mereka berdua sama-sama tidak melihat adanya pintu perceraian sehingga apapun terjadi mereka akan tetap mempertahankannya. Usia perkawinan mereka saat ini adalah 11 tahun.

-  Pasangan yang lain pada waktu menikah, suaminya termasuk mapan dimana ia sudah memiliki mobil, rumah serta usaha sendiri. Setelah pernikahan, sang istri total menjadi Ibu rumah tangga. Dengan berjalannya waktu dan persaingan ekonomi, usaha suaminya bangkrut dan mereka sekeluarga mulai lagi hidup lebih sederhana,pindah ke rumah yang lebih kecil dan sederhana. Di usia yang sudah tidak muda, suaminya berjuang untuk mendapatkan perkerjaan dan bersaing dengan orang muda. Yang juga patut dikagumi adalah sikap sang istri yang selalu men-support apapun yang suaminya lakukan dan memberi semangat bagi suaminya (hal yang sangat jarang dilakukan pada saat sekarang ini). Sepertinya kata kiasan ‘jika ada uang abang sayang tidak ada uang abang melayang ‘ tidak berlaku bagi pasangan ini. Akhirnya sang istri juga ikut bekerja untuk meringankan biaya hidup keluarga. Usia perkawinan mereka saat ini telah menginjak tahun kedua belas.

Pada intinya, didalam perkawinan hendaklah suami dan istri menjalankan fungsinya masing-masing, tidak saling egois atau mementingkan diri sendiri. Perlu juga untuk mencari cara dalam memperkecil konflik-konflik yang timbul. Seorang istri yang berkerja dan mandiri secara finansial tidak berarti harus melupakan fungsinya sebagai seorang istri dan tetap menghormati suami sebagai kepala rumah tangga. Di sisi lain, seorang suami yang mendapati  istrinya tidak lagi cantik secara fisik sebaiknya berusaha keras untuk membuka matanya dalam melihat kecantikan istri yang memancar dari hati.  Bila semua itu terasa berat untuk dijalani, tentunya  sepasang suami istri seyogyanya kembali mengacu kepada komitmen pernikahan mereka yang telah diucapkan di depan altar. Dan dari segala yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga, tentunya yang terpenting adalah iman, pengharapan dan kasih. Dan yang terpenting adalah kasih.

written by: Linda