TLC 3 – Sex: The Untold Story
1 Mei 2010
Deshi Ramadhani, SJ
Ruang Melati, Wisma Indocement, Sudirman, Jakarta
Teman-teman semua sudah melihat bagian pengantar dari pertemuan kita malam ini klip yang menggambarkan ada begitu banyak terjadi kasus-kasus abuse, ada begitu banyak korban-korban pelecehan seksual. Dan itu yang menjadi tema kita malam ini.
Romo Deshi mensharingkan pengalamannya ketika berusia enam tahun, bagaimana beliau diperlakukan sebagai sebuah obyek, dilihat ketelanjangannya oleh seorang baby sitter yang adalah saudaranya. Hal tersebut baru disadari sebagai sebuah sexual abuse setelah kurun waktu 40 tahun dalam sebuah retret. Tuhan memunculkan kembali ingatan tersebut baru setelah 40 tahun karena salah satu alasannya, sebagai anak kecil, peristiwa tersebut begitu melukai, memalukan dan menimbulkan rasa marah sehingga tanpa sadar peristiwa itu dengan begitu cepatnya dihapus dari ingatan. Para ahli psikologi mengatakan sebuah pengalaman yang sangat melukai akan cepat dilupakan karena sangat penting bagi kita untuk bertahan hidup.
Saya tahu saya tak sendiri, catatan yang saya dapat dari survey singkat tadi: pernahkah kau mengalami pelecehan seksual ada 50 orang menjawab ya, 125 tidak. Berarti persentasinya 28,5% dari total 175 responden di ruangan ini. Saya tak tahu laki-laki atau perempuan, saat ini, entah kapan pada masa lalu pernah mengalami pelecehan seksual, itulah dunia di mana kita hidup. Saya tak sendiri dan bagi yang pernah mengalami pelecehan seksual itu, kamu tak pernah sendiri. Tuhan punya rencana indah, Tuhan ingin menyembuhkan, menumbuhkan, mengembangkan kembali apa yang rusak akibat pengalaman itu.
Pertanyaan kedua: Apakah peristiwa itu mempengaruhi? 45 orang jawab ya. Mungkin yang 5 belum mau mengakui bahwa itu mempengaruhi. Kalau melihat angka dan melihat film tadi, kita merasa ngeri, merasa takut dan tak berdaya, tak punya tenaga, mau diapakan dunia kita yang semacam ini, mau diapain campaign kita, begitu banyak yang terluka.
Malam ini Romo Deshi mengajak teman-teman untuk sekadar melihat kembali dan mengenali, the anatomy of sexual abuse, kenapa bisa terjadi, kenapa bisa ada korban, kenapa ada luka, ada begitu banyak orang yang tanpa sadar terus melakukan abuse dan tidak pernah merasa bersalah. Kita akan lihat begitu rumitnya hidup manusia karena manusia tak lagi mau memandang yang lain untuk mencintai orang itu. Sejak dosa pertama, manusia segera kehilangan kemampuan untuk memberi, manusia menjadi orang yang ahli merebut, mengambil, menggunakan.
Salah satu hal yang paling jahat dengan apa yang disebut abuse adalah kemampuan untuk membuat si korban yakin bahwa the best way to do adalah diam; hal terbaik yang dilakukan adalah diam, jangan cerita, jangan bicara, jangan ngomong, ketika diam, yang gelap tetap gelap, luka tetap luka, yang jahat akan terus menjadi jahat bahkan yang jahat berkembang biak, awalnya yang menjadi korban hanya satu, tetapi karena tidak ada yang bercerita maka bisa menjadi 2 korban, tiga korban, empat, lima bahkan ratusan dan ribuan.
Abuse ada yang dilakukan terhadap anak kecil namun juga orang dewasa, pendeta terhadap umatnya, imam Katolik terhadap misdinar atau umatnya, guru terhadap murid dsb. Dari berbagai macam penelitian pada rehabilitasi korban abuse dan para pelaku pelecehan seksual ditemukan 3 hal yang bisa menjelaskan mengapa sebuah abuse terjadi.
- Boundaries
- Power
- Narcissistic personality disorder (NPD)
BOUNDARIES
Arti kata sebenarnya adalah pagar, pagar-pagar diri, ketika kita bertumbuh, salah satu cara untuk membangun identitas tentang siapa saya adalah: saya menentukan pagar saya. Ketika di sekolah dasar, duduk se meja dengan lawan jenis maka kita pakai penggaris atau kasih tempat pensil sebagai batas, kalau lewat bisa saja tangan teman diketok pakai penggaris. It’s about boundaries, karena kita perlu membangun pagar itu, waktu itu boundaries penting, lewat diketok, semakin besar, semakin tahu bahwa dia punya boundaries semakin dia bisa memutuskan kapan pagar itu dibuka, bisa saja dia sengaja memancing.
Kesadaran akan boundaries, kalau kamu bertumbuh dalam keluarga yang punya hanya 1 kamar, hanya 1 dipan besar semua tidur di situ, tak ada boundary. Kalau kamu tak pernah punya kamar sendiri, issue tentang boundary, kesadaran tentang pentingnya pagar-pagar itu mungkin tak berkembang. Atau kalau bapak-ibu masuk, tak pernah ketok pintu, tak ada kunci di dalam, maka tak ada lagi boundaries, harusnya batas dibangun dan mungkin tanpa sadar kita ada di antara orang-orang itu yang tak sadar bahwa kita perlu punya batas.
Kita perlu membangun kesadaran akan pentingnya pagar-pagar tersebut secara sehat dan benar. Itu bisa menyangkut physical boundary, kamar, meja, bisa berarti emotional boudndary, orang harus tahu dan mengenali perasaannya atau take it easy saja. Orang yang begitu sensi, gampang terluka, mungkin tak punya pagar secara emosional. Apa pun bisa melukainya karena tak ada pagar. Bisa berarti sexual atau spiritual.
Yang disebut sebagai sex abuse atau yang disebut dengan apa pun pelecehan adalah pelanggaran batas atau boundaries secara seksual oleh orang lain yang memiliki pengaruh atau kuasa. Orang bisa punya kuasa secara fisik, bisa secara emosional.
Boundary sebuah pelanggaran batas hanya bisa dilakukan:
- Kemungkinannya oleh orang yang memang sengaja melanggar batas itu.
- Mungkin juga korbannya memang tak pernah punya kesadaran bahwa dia butuh boundary.
POWER
Beberapa tahun lalu ada sebuah fim yang dibintangi oleh Demi Moore dan Michael Douglas, judulnya Disclosure, Michael sebagai karyawan di perusahaan IT, Demi Moore sebagai boss, Moore memaksa, si cowok menolak lalu masuk pengadilan dan ada kata sex abuse is not about sex, sex abouse is about power. Abuse hanya bisa terjadi di antara 2 pihak dimana pihak yang satu lebih besar powernya dan yang lain lebih kecil atau tak punya sama sekali. Kalau sama-sama punya power yang ada hanya berantem. Penting kita menyadari apa yang menjadi sumber-sumber power itu. Ada berbagai macam power yang bermain di sana.
Sumber institusional
Ada tugas resmi. Saya ditugaskan oleh provinsial untuk memimpin rumah dengan beberapa orang frater. Power bisa datang karena memang resmi powernya, direktur dipilih dia resmi dalam arti dia harus punya power dalam menjalankan fungsinya. Power dibutuhkan tapi ada power ada yang punya ada yang tidak.
Kompetensi
Contoh Romo Deshi: Saya paling tak bisa memikir hal-hal yang berkaitan dengan komputer, jadi kalau rusak, saya datang ke frater yang ahli dan frater yang kompetensi dalam komputer akan bilang romo harus beli baru, yang ini akan habisin duit. Frater itu dalam hati bisa saja berpikir, gue pake laptop ini nanti. Tapi saya percaya karena dia punya power. Ketika power yang lebih besar dipakai untuk memanfaatkan dia yang punya kekuasaan lebih kecil, maka akan merepotkan. Dan yang lebih repot adalah di luar hal-hal itu ada banyak power yang tak rasional.
Kalau kita mau serius dengan abuse, kita perlu tahu how much power saya punya dan orang-orang sekitar saya, jenis-jenis power apa yang mereka punya, berapa besar, harus bisa claim dan namai powernya lebih besar dan saya harus mengakui powerku lebih kecil dari orang lain.
Abuse selalu terjadi karena ada ketidaksetaraan power, inequality of power. Kalau Anda pernah menjadi pelaku atau korban pelecehan sex, di mana ada power yang tak seimbang itu? Saya belum 6 tahun, baby sitter saya ceweek belasan tahun, ada power karena perbedaan usia. Saya yakin di ruangan ini ada power. Kalau cewek tak berdaya pada bos, bisa jadi di rumah punya power pada anjingnya.:). Abuse selalu terjadi karena ada perbedaan power.
NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER (NPD)
Dekat Senayan Trade Centre ada iklan hp Jadilah narsis. Di kalangan para ahli psikologi, ahli terapi psikologis, di tempat-tempat rehabilitasi untuk orang yang sakit psikologis, istilah narsis adalah penyakit, sehingga bicara soal NPD adalah orang yang merasa dirinya sendiri spesial sehingga harus dilayani, dikagumi. Orang ini sebenarnya punya luka, kekosongan sehingga menutupi luka itu dengan menjadikan dirinya tokoh yang dikagumi. Narsis punya kemampuan, punya ilusi, sebetulnya punya rasa tak aman dengan dirinya sendiri dan karena kebutuhan itu begitu besar, dia akan menggunakan segala macam cara dan sering kali tak sadar untuk memanipulasi dan mengeksploitasi orang lain.
Sharing romo Deshi: Tadi saya share bahwa saya pernah punya luka seperti itu tapi saya tak tahu punya efek sekian tahun. Yang saya tahu pada masa pendidikan sebagai calon imam saya punya ketakutan, karena pada masa jaya saya banyak orang suka pada saya, baru puluhan tahun kemudian saya melihat ke belakang kalau saya bisa memikat orang ketika itu karena saya menciptakan sebuah daya pikat, sebuah penampilan yang menarik. Waktu itu saya masih frater. Usia 20 tahun, saya kursus di CCF, kursus bahasa Perancis di mana muridnya 99% cewsek, saya datang naik sepeda. Saya tahu ada cewek yang suka sama saya. Suatu sore saya menunggu jam kursus mulai, saya duduk di gang, di sudut mata saya lihat cewek yang naksir saya jalan. Saya cuek, belum kenal sama dia. Dia jalan. Sampai di depan saya dia terjatuh, berlutut di depan saya, dia kaget saya juga kaget, kenapa jatuh? Ternyata power saya begitu besar!
Hati-hati dengan kenyataan bahwa ada begitu banyak orang mengagumi kamu karena jangan-jangan tanpa sadar ada ciri-ciri kepribadian narsis yang dimainkan dengan lihai. Para bapak yang melakukan pedofil, imam-imam yang melakukan sexual harrasement pada misdinar hampir semua punya ciri kelainan dalam kepribadian narsis dan jahatnya narsis begitu lihainya sampai dia biasa meyakinkan si korban untuk merasa bahwa yang salah itu dia, bukan pelakunya.
Contoh lain cowok yang charming, deketin cewek, cewek sudah senang tapi dia tahu cowok memainkan narsisnya, dekat, dekat, lalu sex dan ditinggal, ketika ditinggal cewek tak menyalahkan cowok, tapi dirinya sendiri kenapa mau, korban si nariss akan selalu merasa bersalah. Abuse is always about using, never about loving.
SOLUSI
Build a strong boundary
Bangun pagar yang kokoh tentang dirimu baik secara fisik, spiritual, emosional. Pahami batas-batas orang yang ada disekitarmu, jangan memaksa, termasuk ibu yang kalau tidur malam anaknya tak mau dipeluk, buat anak it’s about boundary, ketika dipaksa, lalu it’s abuse. Bangun dengan kokoh boundary mu tapi kenali dan hormati boundary orang lain.
Pahami power
Kamu punya power untuk diberikan pada yang lain, punya power untuk menolong, pahami, hati-hati jangan manfaatkan untuk kepentingan diri agar bisa memakai orang lain.
Orang narsis
Please, sadar narcisisme bukan sesuatu yang harus dibanggakan jangan pernah berdoa Tuhan jadikan saya narsis sejati, karena ketika kamu menjadi narsis, kamu menjadi calon kuat pelaku pelecehan seksual.
Forgive, forgive, forgive
Ampuni. Saya butuh waktu berproses untuk mengampuni kejadian itu. Mengampuni adalah jalan yang ditawarkan oleh Tuhan untuk pembebasan, tapi juga untuk menjaga supaya tak ada korban-korban lain. Kalau di tempat kerja boss bolak balik melakukan pelecehan seksual, tak sampai ‘ngesek’, hanya tepok pantat, you have the right untuk melaporkan dengan resiko dipecat. Mari kita bersentuhan kembali dengan pengalaman ketika sebagian dari kita dulu dilecehkan, atau sebagian dari kita tanpa sadar melecehkan dan korban-korban seksual abuse selalu punya gambar diri yang sangat buruk.
Yesaya 43:3
Pada Anda yang merasa gambar diri begitu buruk karena dilecehkan kamu tak sendiri Tuhan memahami kamu dan malam ini Tuhan ingin meyakinkan kembali, “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu (Yes 43:3), engkau berharga di mata-Ku dan mulia dan Aku ini mengasihi engkau. Jadi penyembuhan dan pembebasan nyata utntuk setiap orang di ruangan ini. Tuhan memberkati.
Transcript by Mungky Kusuma
Edited by Deshi Ramadhani, SJ