Deal or No Deal Summary

Written by Mungky Kusuma

DEAL OR NO DEAL

6 Maret 2010
Yurika Agustina
Ruang Anggrek, Wisma Indocement, Sudirman, Jakarta

Hari ini tema pertama kita dalam rangkaian True Love Celebration adalah “Deal or No Deal”.  Semua kudunya sudah pernah nonton show ini, yang biasanya bicara tentang uang, tapi kali ini kita akan bicara sesuatu yang lebih dalam daripada itu. Pertama-tama kita perlu menjawab pertanyaan yang perlu direnungkan bersama sore ini: “ngapain gue di sini?, “kenapa tema ini menarik buat gue?”.

Setiap kita punya alasan yang berbeda-beda kenapa kita hadir di tempat ini, bisa karena pengalaman pribadi, bisa karena teman, atau sahabat. Pertanyaan lainnya adalah  kenapa True Love Celebration ini diadakan, kenapa dari bulan ke bulan akan dibicarakan hal yang itu-itu juga. Selama 9 bulan akan dikupas, dilihat dari berbagai segi dan arah,  yang semuanya akan berbicara seputar  seks; sehingga dari bulan ke bulan teman-teman akan diajak bertanya terus pada diri kita sendiri. Karena memang kita perlu mempertanyakan apa yang sudah kita lakukan dan bagaimana seharusnya kita lakukan di masa depan sehingga kita tahu persis yang mana yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

Tubuh dan Hedonisme

Suatu hari saya sedang mempersiapkan sebuah bahan power point dan mencari di google images gambar-gambar yang cocok. Cukup terkejut karena dalam salah satu gambar ditemukan gambar tentang “Hedonism”. Yang mengejutkan bukanlah foto bikininya Paris Hilton, melainkan tulisan di bawahnya : “If Jesus died for your sins, why not enjoy them all? - Kalau Yesus sudah mati buat dosa-dosamu, kenapa nggak nikmati saja semuanya”.  Kan entar Yesus yang tanggung. Seumpama kita pakai credit cardnya sampai puas, lalu yang bayar tagihannya adalah Yesus. Kan darahNya sudah tercurah di atas kayu salib. Kalau mereka buat acara seperti ini, tema acaranya bukanlah “deal or no deal”, tapi “if it feels good,  just do it”.

Dunia orang muda saat ini sedang berada dalam situasi ini. Kita akan menemukan hedonisme dalam berbagai bentuk. Sehingga tak mengherankan bila timbul anggapan yang mengatakan “lakukan saja yang kita suka , nanti tinggal ngaku dosa, kan pasti diampuni? Bukankah daging  itu lemah, walaupun roh itu kuat?”  Media, iklan dan entertainment mengarah pada gaya hidup hedonisme. Terdorong untuk mengejar kenikmatan sehingga kita diajak untuk bertanya dan merenungkannya kembali.

Hedonisme yang ada di sekeliling kita ini, membawa kita berpusat atau terobsesi pada satu hal, yaitu tubuh. Dan yang menarik adalah  tubuh ini justru direncanakan oleh Allah sendiri. Allah yang punya ide untuk memberikan pada kita sebuah tubuh ketika Ia menciptakan Adam dan Hawa. Allah-lah yang memberikan kita tubuh ini dengan segala gejolak dan keinginannya. Namun hedonisme membuat tubuh seakan-akan menjadi pusat. Padahal  kita lihat rencana Allah itu sungguh bagus ketika Ia menciptakan Adam dan Hawa.

Allah berkata baiklah kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar kita. Lalu dikatakan Allah membentuk debu atau tanah dan memberikan kita tubuh dengan segala gejolak dan dorongannya, seperti lapar, rasa haus dan juga dorongan seks. Keinginan-keinginan dalam tubuh tidaklah salah. Dorongan seksual tidaklah salah. Seks tidak jahat. Seks tidaklah kotor. Namun lingkup keadaan kita  yang sudah dipengaruhi oleh hedonisme mengakibatkan kita memiliki cermin yang berbeda dengan cermin-nya Tuhan dalam memandang tubuh. Ketika Allah menciptakan manusia, Dia memberikan kita tubuh untuk mengungkapkan sesuatu. Karena ketika Allah do something, maka  pasti ada tujuannya. Ketika Allah meng-create tubuh laki-laki dan perempuan tentu ada maksud dan tujuannya.  Tubuh dibentuk atau diciptakan Allah dengan tujuan untuk  mengungkapkan  sebuah panggilan dengan untuk mencintai. Bahkan sampai hari ini rencana Allah menciptakan tubuh tak pernah berubah: yaitu hanya untuk mencintai dan bukan untuk memanfaatkan tubuh atau mengeksploitasi tubuh. Kitab Kejadian tertulis, “Baiklah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…”

Tapi kalau kita kembali lagi, tubuh kita yang sekarang dipengaruhi oleh hedonisme, membuat rencana Allah mula-mula dalam menciptakan tubuh menjadi morat marit.  Sehingga sekarang tubuh dipakai untuk saling memanfaatkan dan untuk saling mengeksploitasi. Salah satu bentuknya adalah pornografi. Kita bisa menemukannya dimana-mana. Banyak orang berkata bahwa pornografi “it’s no harm”. Itu bukan  masalah karena tidak merugikan orang lain, ”saya tidak berbuat jahat dengan melihat pornografi”.  Ada orang yang fight selama 20 tahun dengan pornografi, sampai dia berpikir kalau punya istri maka masalah ini selesai, ternyata tidak, dia sampai bilang tolong beritahu saya bagaimana bisa keluar dari problem ini.

Dengan ini kita perlu sungguh-sungguh bertanya apakah pornografi sungguh tak berbahaya untuk emosi kita?  Apakah tak berbahaya untuk fisik kita?  Para ahli otak mengatakan bahwa pemulihan otak yang kecanduan pornografi jauh lebih lama daripada mereka yang kecanduan drugs. Mereka  mengatakan kondisi otak pencandu pornografi itu mengkerut atau mengecil. Di sini kita melihat bahwa rencana Allah menciptakan tubuh adalah untuk mencintai dan bukan mengekploitasi tubuh sehingga bila kita mengeksploitasinya maka manusia sendirilah yang akan dirugikan olehnya.  Ada sharing seorang anak SMP yang makan telur 20 butir setiap hari supaya bisa masturbasi terus sambil nonton bokep.  Bulan depan slogan ’it’s no harm’ ini akan dikupas tuntas dan kita akan melihat bagaimana solusinya untuk hal itu.

Sebuah pertanyaan lainnya, ”Apa persamaan antara anak remaja dan industri pornografi?”. Jawabannya adalah komputernya. Industri pornografi di internet ada jutaan jumlahnya dan setiap harinya  masih terus diproduksi. Kita ada  dalam dunia yang seperti ini. Di sekeliling kita, dimanapun.

Ada satu produk yang baru keluar, ini bukan judul film terbaru tapi ini adalah merk kondom terbaru, baru diproduksi di Swiss dan sebentar lagi di Inggris: kondom mini untuk anak 12 tahun. Bisa dengan cepat masuk ke Indonesia apalagi kita ketahui bahwa beberapa waktu lalu diberitakan anak-anak ABG ditangkap di warnet karena membuka situs-situs  pornografi.

Distorsi Cinta

Suatu ketika diadakan sebuah survey pada orang muda dengan sebuah pertanyaan, ”Apa artinya cinta ?”. Hasil jawaban mereka bermacam-macam.  Bahkan banyak jawaban mereka tentang arti cinta yang punya pengertian jauh dari arti sesungguhnya. Bukan arti dari  apa yang dimaksudkan Tuhan.  Jawaban mereka antara lain :

1. Cinta itu adalah feeling

Ketika perasaan yang berbicara, orang berpikir itulah cinta. Ketika lupa daratan dan ingatnya lautan, maka itulah cinta. Karena love is about feeling, ketika feeling sudah tak ada lalu mulailah orang menjadi bingung dan bertanya-tanya,  ini cinta atau bukan.

2. Cinta itu adalah pleasure

Sehingga hanya dengan memberikan bunga maka sudah bisa mendapatkan tubuh atau dengan uang bisa mendapatkan tubuh.

3. Cinta itu sama dengan seks

Oleh karena saya cinta dia, maka ungkapan cinta saya harus dalam hubungan seks. Seks adalah sarana pembuktian cinta. Karena punya pandangan bahwa  teman-teman saya juga melakukan hal yang sama, orang-orang yang saya kenal juga melakukannya. Kalo saya cinta sama dia maka it’s ok buat having sex.

Ada juga yang bilang love is nothing, tapi ada juga yang bilang love is everything, tapi ada juga yang bilang love is pain, mungkin karena pernah atau sedang patah  hati. Ada yang bilang love is mystery, kita tak tahu, tahunya nanti di ujung, tapi ada juga yang bilang love is mistake, cinta itu sebuah kesalahan. Ada yang bilang love is affection makanya harus sering pegang-pegang, cium, tapi ada juga yang bilang love is cruel, cinta itu kejam, ada juga yang bilang love is happiness, tapi lalu juga ada yang bilang , love is weakness, anggapannya jangan pernah mencintai karena nanti kamu akan disakiti.

Arti Cinta yang Sejati

Sekalipun Paus Yohanes Paulus II ketika itu tinggal di Vatikan namun Beliau memperhatikan kehidupan orang muda dan merenungkan apa yang jadi problem bagi orang muda. Itu sudah dimulai Beliau ketika masih menjadi Kardinal di Polandia. Hasil menerima banyak konseling dan pengakuan dosa, maka akhirnya Beliau menulis sebuah buku, yang berjudul  ”Love and Responsibility”.

Beliau mengatakan the greater the feeling of responsibility for the person” , semakin kita merasa bertanggung jawab atas orang itu,  the more true love there is” , semakin ada cinta sejati di sana. Tidak ada cinta tanpa tanggung jawab.  Setelah cinta muncul, maka tanggung jawab akan menemaninya.  Kalau tak ada tanggung jawab , maka tak ada cinta yang sejati.

Karena itu juga, maka saat Beliau sudah menjadi Paus,  dalam setiap audiensi Beliau menyampaikan 129 ceramah khusus yang intinya membahas soal relasi pria dan wanita,  soal seks dan cinta.  Rangkaian ceramah atau katekese Beliau tersebut  kemudian dikenal dengan istilah ”Theology of the Body”. Beliau menyampaikan ceramahnya itu antara tahun  1979-1984. Yang  intinya Beliau ingin supaya putra dan putri Gereja tahu how to be a real man and a real woman.

Dalam sebuah ungkapannya, Beliau menjelaskan mengenai arti sejati dari cinta:

“There is no place for selfishness and no place for fear.

Banyak anak muda yang having sex sama pacarnya karena takut diputuskan, karena diancam “kalau nggak sama lu, gue bisa cari cewek lain”. Tapi Yohanes Paulus II mengatakan dalam cinta , no place for selfishness and no place for fear.

“Do not be afraid, then, when love makes demands,
Do not be afraid, when love requires sacrifice.”

Berkali-kali, Beliau menggunakan kalimat : “Do not be afraid”.

“Real love is demanding.
I would fail in my mission if I did not tell you so.
Love demands a PERSONAL COMMITMENT  to the will of God.”

Tentu saja hasil permenungan Beliau tersebut didasarkan atas permenungan tentang  personal commitment dari seorang pribadi. Beliau belajar dari satu pribadi yaitu Yesus.  Beliau melihat dan merenungkan bagaimana cara Yesus mencintai gerejaNya dan memperlihatkan apakah arti dari  cinta sejati.

Ketika Yesus memberikan arti cinta, maka dia bukan cuma mengatakan namun sekaligus menunjukkan arti cinta sejati itu. Artinya cinta adalah DECISION. Keputusan. Ketika saya mencintai, maka saya membuat keputusan untuk memberi bukan mengambil, bukan merampas apalagi memperkosa. Keputusan untuk berkorban seperti pada saat Yesus berkata: ketika seorang mencintai sahabat-sahabatnya dan rela mati untuk sahabat-sahatabnya. Cinta adalah murni bukan nafsu. Cinta itu melayani, memberi yang terbaik dan cinta itu adalah setia. Ini adalah kebenarannya.  Ini adalah arti dari cinta yang sejati.

Chastity and True Happiness

Namun seiring dengan itu juga, muncul pemikiran bahwa kalau cinta itu adalah memberi, setia dan berkorban maka rasanya menderita sekali.  Tak bisa TTM, tak bisa selingkuh. Bukankah kita ini masih muda. Dengan slogan terkenalnya: “waktu muda hura-hura, tua kaya raya dan kalo mati masuk surga”?

Sehingga pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan happiness?

Paus Yohanes Paulus II mengatakan :

“ It is Jesus that you seek when you dream of happiness.

Ketika kita ingin mendapatkan kebahagiaan dan mencarinya di tempat-tempat yang salah atau pada orang yang salah. Kita mau memberikan tubuh kita karena berpikir akan makin dicintai atau akan makin bahagia, sehingga kita berikan semuanya, maka Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa saat itulah sebenarnya yang kita cari adalah Yesus sendiri.

“ He is waiting for you when nothing else you find satisfies you.”

Ketika segala kenikmatan dunia dan seks tidak lagi bisa memuaskanmu, maka Yesus menunggumu untuk memberikan cinta dan kebahagiaan yang sejati.

Kemudian Paus Yohanes Paulus II menawarkan sebuah perwujudan cinta sejati yang membebaskan, memulihkan dan membawa kebahagiaan.  Yaitu yang dikenal dengan sebutan “Chastity”. Mengenai Chastity, Beliau berkata:

Chastity is a difficult, long term matter. But at the same time, chastity is the sure way to happiness.

Salah satu tokoh icon orang muda dalam World Youth Day adalah Blessed Pier Giorgio Frassati. Beliau mengungkapkan demikian :

“Because true happiness, young people, does not consist in the pleasures of the world and in earthly things. But in PEACE OF CONSCIENCE  which we can have only if we are PURE in HEART and in MIND.”

Kejahatan dari pornografi adalah membuat kita tidak pure dalam hati. Akibat dari hati yang tidak murni dan pikiran yang kotor terus adalah tidak adanya kedamaian hati nurani. Maka dalam hati nurani yang tidak damai, tentu sulit untuk  menemukan true happiness dalam hidup kita.

Sebuah riset di Amerika meneliti 10.000 wanita yang sejak usia dini sudah melakukan hubungan seksual. Hasil dari survey tersebut membuktikan bahwa para wanita tersebut pernah mengalami masalah-masalah sebagai berikut:

  1. Banyak yang mengalami kehamilan di luar nikah
  2. Banyak yang menjadi single motherhood
  3. Terkena berbagai penyakit kelamin
  4. Berganti-ganti pasangan seksual
  5. Berkali-kali putus cinta
  6. Melakukan aborsi
  7. Mengalami kemiskinan
  8. Mudah depresi. Survey di Amerika juga membuktikan bahwa anak remaja laki-laki atau perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah lebih banyak yang mudah depresi daripada anak remaja yang belum melakukan hubungan seksual.
  9. Perceraian adalah ratingnya tinggi setelah mereka masuk dalam pernikahan.

Oleh karena itu kembali Yohanes Paulus II menyerukan bahwa  hanya cowok dan cewek yang menjaga kemurnian seksualnyalah yang mampu akan cinta yang sejati. Ketika seseorang mampu mencintai dengan sejati maka dia akan mendapatkan kedamaian dan ujung-ujungnya dia memperoleh the true happiness.

Mother Teresa mengungkapkan: the most precious gift you can give to your spouse on your wedding day – bukan condominium,  bukan bunga bank tapi – is the gift of virginity.”

Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah kehilangan keperawanan atau keperjakaannya?  Tentu selalu ada harapan di dalam Tuhan, karena :

Chastity is not about your past. It’s a DECISION for your future.”

Sekarang pilihan atau keputusannya ada di tangan kita: apakah saya mau mengambil keputusan untuk itu atau tidak ? Gereja sudah memberikan solusi bagi kita , tinggal apakah saya mau mengambil keputusan ini. Sehingga pertanyaannya “deal or no deal?” ini menjadi berlaku untuk kita.

Sekarang kita akan bermain kuis sebentar. Dimana, kita akan memilih kata “Deal” untuk cinta, untuk mencintai seperti yang Tuhan mau untuk mencintai atau “No Deal” untuk lust, pada nafsu yang artinya bukan memberi tapi mengambil, bukan mencintai tapi memanfaatkan, inginnya menerima kenikmatan atau mengambil kenikmatan.

GAME deal or no deal: deal – love, no deal – lust.

  1. Kalau lihat cewek cakep. Langsung ngebayangin lagi hubungan seks sama dia. “Deal or no deal?”   Jawabannya adalah  “No deal! It’s lust.”
  2. Kalau selingkuh sama cewek atau cowok lain?  “No Deal.”
  3. Kalau berpikir: “Yah gue pacaran saja sama dia, tapi belum tentu bakalan married sama dia sih”?  “No deal.”
  4. Kasih batasan-batasan fisik saat berpacaran?  ”Deal.”
  5. Nggak pake baju seksi-seksi buat menarik perhatian dia?  ”Deal.”
  6. Lihat pornografi?  ”No deal.”
  7. Bersedia melakukan hubungan seks karena takut diputusin?  ”No deal.”
  8. Cerita ke temen gimana hubungan seksual sama pacar kemarin malam? ”No deal.”
Ditulis oleh Mungky Kusuma
 

Hope and Redemption in Christ

by Francisca Monica

Suatu kali, saya tergerak untuk mengaku dosa. Ada suatu dosa yang sebenarnya sudah sering saya akui, tapi lagi-lagi jatuh dalam dosa yang sama. Romo mungkin juga bosan mendengar dosa saya itu. Saya pun bilang ke Tuhan, saya bosan. Tapi saya mencoba meninggalkan itu semua, saya mengakukan dosa itu lagi. Karena sudah cukup sering, rasanya rasa penyesalan mendalam menjadi tidak ada, hanya sekadar keinginan untuk lebih baik. Saya masuk dalam ruangan pengakuan, dengan hati biasa-biasa saja, tidak ada detak jantung yang lebih kencang atau air mata penyesalan yang menetes.

Saya mengakukan dosa-dosa saya, Romo pun memberikan nasehat dan doa. Saya mulai merasakan, degup jantung yang lebih ketika saya menyadari bahwa Romo nampak begitu sedih mendengar dosa-dosa saya. Saya pun mulai terketuk hatinya. Pengakuan selesai, saya berdiri, keluar dari ruang pengakuan. Saya menyesal. Saya mulai menangis, apalagi ketika muncul suara yang mengiang-ngiang di hati saya, “AnakKu, mengapa kau lakukan ini lagi?”

Saya tidak bisa menjawab apa-apa, tapi saya tahu Ia yang berbicara. Sambil berjalan menuju tempat duduk, suara itu terus terngiang-ngiang: “AnakKu, mengapa kau lakukan ini lagi?”, “AnakKu, mengapa kau lakukan ini lagi?”, “AnakKu, mengapa kau lakukan ini lagi?”. Saya duduk tepat di hadapan Sakramen Mahakudus, saya tidak bisa berkata apa-apa, saya hanya menutup wajah saya, merasakan air mata yang mengalir di wajah saya. Saya merasakan, Tuhan begitu sedih.

NGAKU DOSA? MALES AH~
Pengakuan dosa menjadi sesuatu yang cukup dihindari banyak orang. Ada yang beralasan malas, tidak punya waktu bahkan beralasan tidak punya dosa. Namun, pada umumnya kita merasa malu. Mengakui dosa dan kesalahan kita memang sesuatu yang memalukan.

Saya mengenal Romo itu dengan baik. Saya sering menyapanya dan meminta bantuannya. Keesokkan harinya, saya menjumpai Romo itu lagi. Tersirat sedikit perasaan malu. Tetapi saya tidak mau merasakannya. Saya tidak mau mengingat rasa malu itu, tetapi yang mau saya ingat hanyalah bahwa saya dibersihkan dari dosa-dosa. Sudah seharusnya saya bahagia.

Tuhan tidak memberikan Sakramen pengampunan dosa untuk membuat kita malu. Tetapi Ia ingin agar kita bersih, layak dan mampu menerima kepenuhan cintaNya. St. Agustinus berkata bahwa kita tidak menyembunyikan diri kita dari Tuhan, tetapi sebaliknya, kita sering menyembunyikan Tuhan dari diri kita. Tuhan adalah Tuhan yang Mahatahu. Ia tahu segalanya. Dan Tuhan tidak pernah ingin membuat kita menjadi malu, tetapi Ia ingin agar kita disucikan, dibaharui sehingga mampu menampung cinta-Nya yang begitu banyak yang akan diberikan pada kita.

Suatu hari seorang Pastor pernah ditanyai, “Bila ada seorang muda yang Pastor kenal dengan baik mengakukan suatu dosa besar, yang bahkan sepertinya tak mungkin dilakukan oleh anak itu, apakah pandangan Pastor terhadapnya akan berubah?” Pastor itu menjawab, “Ya, pandangan saya akan berubah. Bukan berubah menjadi suatu pandangan yang negatif, tetapi saya akan sangat mengagumi anak itu. Mengagumi kerendahan hati yang ia miliki.”

Orang yang mampu mengakui dosa-dosanya adalah orang yang rendah hati. Seperti yang Rasul Paulus katakan, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.“ (Yakobus 4 : 10)

Tuhan juga memiliki yang namanya RAHMAT atau GRACE untuk kita. Rahmat Tuhan inilah yang memampukan kita untuk bangkit dari segala dosa. Ketika kita berpikir bahwa kita tidak akan pernah mampu mengakui dan meninggalkan dosa-dosa kita, mintalah RAHMAT daripadaNya.

GOD OFFERS HAPPINESS, do you receive it?
Dalam suatu pengakuan dosa lain, saya pernah ditanyai oleh seorang Romo, “Ada 2 jalan, surga dan neraka, kamu pilih mana?” Lalu saya jawab dengan pasti: surga. Ia melanjutkan: “Tapi kenapa kamu masih sering pilih neraka?” Saya terdiam. Kita pasti memilih surga, walau dalam kenyataan, tindakan, perbuatan, keinginan kita selalu mengarah ke neraka.

Dan akibat dosa, hubungan manusia dengan Tuhan terputus. Karena dosa awal Adam dan Hawa, seluruh manusia yang lahir, pasti berdosa. Dosa atau yang sering dilambangkan dengan keinginan daging berlawanan dengan kehendak Tuhan, sehingga seringkali kita tidak melakukan kehendak Tuhan dan kehendak kita juga. (Galatia 5)

Namun, perlu kita sadari, Tuhan memutuskan untuk menyelamatkan kita dari dosa. Yesus menyerahkan diriNya untuk membayar semua hutang dosa kita. Yang menjadi pertanyaan, maukah kita menerima pengampunanNya?

Jika kita mengakui  dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.(1 Yohanes 1:9)

Tuhan adalah Allah yang Maha Pengampun. Sebelum kita jatuh dalam dosa, Ia sudah terlebih dulu mati di kayu salib. St. Yohanes Maria Vianney berkata, “Dosa-dosa kita hanyalah kerikil kecil di gunung kasih setia Tuhan yang besar.” Masih ada harapan dalam YESUS. Masih ada kesempatan untuk melepaskan segala keterikatan kita terhadap dosa. Masih ada kesempatan untuk bangkit LAGI dari segala keberdosaan kita.

Maukah kamu menerima tawaran ini?

-Francisca Monica

 

Photos from TLC 1

Deal or No Deal photos on Flickr!

Photos from TLC 1 – Deal or No Deal? are up!

Click here or on the image below to see the full albums =)

TLC1 Deal or No Deal? photos

 

C-Ambassador Gathering

ALL ARE WELCOME to our next gathering!

Because you, YOUNG PEOPLE, are the solution!

ALL ARE WELCOME!

Kita akan ngobrol-ngobrol tentang Chastity dan juga tentang True Love Celebration movement ini.

Silakan ajak teman, tetangga, kekasih, dan even supir juga okay kok =)

It’s time to make a difference

It’s time to stop being a mediocre

It’s time to experience the True Love

Because you, YOUNG PEOPLE, are the solution!

Minggu, 21 March 2010
1pm – 5 pm

Gedung Shekinah, lantai 1 (ex. Cafe Agape)
Komp. Duta Merlin B.41-43
Jl. Gajah Mada 3-5, Jakarta Pusat.

Perlu info lebih, silakan kontak:
Ricca – 0818 0825 0591
Bram – 0818 0691 3004

 

Seminar Love, Date, & Sex

ALL ARE WELCOME!

Because you, YOUNG PEOPLE, are the solution!

Seminar Love, Date, & Sex “Love in Paradise”

Date:
Saturday, March 20, 2010
Time:
9:00am – 5:00pm
Location:
Auditorium Hall A lantai 17 kampus II Universitas Tarumanagara
Street:
Jln. Arteri S. Parman no. 1 Grogol, Jakarta Barat
City:
Jakarta, Indonesia

Pembicara: Riko Ariefano dan Team

Description :
Keluarga Mahasiswa Katolik
ADHYATMAKA – St. Albertus Magnus
Universitas Tarumangara – Jakarta
=================================================

Ini dia acara yang ditunggu-tunggu!
SEMINAR LOVE, DATE, & SEX “Love in Paradise”

Apa sih arti cinta itu sebenarnya?
Bagaimana cara pacaran yang benar di hadapan Tuhan?

Mau tau jawaban-jawaban nya? So, come and join us!

Sabtu, 20 Maret 2010
Pkl. 09.00 WIB – selesai bertempat di
Auditorium Hall A lantai 17 kampus II Universitas Tarumanagara
Jln. Arteri S. Parman no. 1 Grogol, Jakarta Barat, 11440
Jakarta – Indonesia

Harga tiket Rp. 25.000,- (terbuka untuk umum)
(handout, sertifikat, lunch, snack, souvenir)

Pemesanan tiket dapat menghubungi CONTACT PERSON dibawah ini atau ke:
- Stand pendaftaran kampus I (Hall BC lantai I)
- Stand pendaftaran kampus II (depan Mailshop Plus)
- Sekretariat KMK Adhytamaka Gedung M lt. 2 kampus I UNTAR

Contact Persons:
Emilia – 08988995998
Michael – 08176539424

=================================================

Sekretariat KMK Adhyatmaka St. Albertus Magnus
Gedung M lantai 2 kampus I
Universitas Tarumanagara – Jakarta
021 – 5671747 ext 708
adhyatmaka@yahoo.com
http://adhyatmaka.netne.net/

 

This Generation Speaks 4

 

TOB Jalan Pembebasan

Theology of the Body Teaching: Jalan Pembebasan

Theology of the Body
Jalan Pembebasan

Speaker: Rm. Deshi Ramadhani, SJ

 

Precious Gift

Theology of the Body Teaching: Precious Gift

Speaker: Yurika Agustina

Lokakarya Membebaskan Tubuh Selibat
Girisonta, Juli 2009

 

Tubuhku bait Allah

oleh Yanuz

Banyak yang dunia ini tawarkan…
Banyak juga yang menggiurkan…
Mulai dari yang mencari kesenangan…
Sampai yang ketagihan…

Dunia belakangan hari ini…
Semakin menawarkan kepuasan diri…
Dari alasan seni…
Sampai ke pengakuan diri…

Tubuh dieksploitasi dengan berbagai tujuan…
Dari bisnis jalanan…
Sampai di kamar hotel berbintang…

Manusia dilucuti dengan pornografi…
Dari tayangan internet dan DVD…
Sampai dengan yang ketagihan mastrubasi…

Apakah kaum muda hanya berdiam diri…
Atau malah terus terjebak dalam mencari jati diri…
Mari menjadi solusi…
Bagi generasi ini…

Tubuh kita adalah Bait Allah…
Tempat semua berkat tercurah…
Jangan sia-siakan masa muda ini…
Mari ambil bagian dalam sejarah ini…

Katakan tidak pada pornografi…
Katakan tidak pada masturbasi…
Mari kita menjaganya tetap suci
Karena Tubuh kita adalah Bait Illahi …

 

UCAN: Article About TLC

UCAN (Union of Catholic Asian News) menulis artikel mengenai TLC di bawah ini.

UCA News reports about the Catholic Church and subjects of interest to the Church in Asia. Through a daily service, UCA News covers lay activities, social work, protests, conflicts and stories on the faith lives of the millions of Catholics in Asia.

UCAN provides a rich array of news, features, interviews, commentaries, journals and photographs and videos depicting the vibrant Church in Asia.

Its reporting region is coextensive with the reach of the Federation of Asian Bishops’ Conferences and includes all nations in the countries commonly designated as making up Central, East, Southeast and South Asia.

———————–

INDONESIA – Catholic youths launch chastity campaign

Published Date: March 9, 2010

Catholic youths launch chastity campaign thumbnail
Young Catholics praying at the Domus Cordis gathering in Jakarta

JAKARTA (UCAN) — A Catholic youth group in Jakarta archdiocese has launched a nine-month-long campaign to stress the importance of chastity to other young people.

Organizers of the Domus Cordis (sanctification and evangelization) group, say the campaign will include talks based on Pope John Paul John II’s Theology of the Body, the recruitment of “chastity ambassadors” to spread the message, as well as the use of media and social networking websites.

Organizers say they launched the True Love Celebration (TLC) campaign after the National Commission for Child Protection reported in 2008 that 93.7 percent of 4,500 junior and senior high school students surveyed had engaged in petting and oral sex, and that 97 percent watched pornographic movies.

In addition, 21.2 percent of the senior high school students had gone for abortions.

“These cases are one reason why young Catholics decided to launch the campaign by using Pope John Paul II’s emphasis on chastity in his Theology of the Body as a focus,” TLC’s co-chairman Kevin Darmawan told UCA News.

Theology of the Body is the topic of a series of lectures on the human person given by the late Pope. It was the first major teaching of his pontificate.

About 300 mostly young Catholics attended the TLC launch on March 6, officiated by Domus Cordis moderator Jesuit Father Thomas Aquino Deshi Ramadhani.

Darmawan said the campaign would include nine monthly gatherings, starting this month, featuring praise and worship and talks based on Theology of the Body.

The campaign also aims to invite as many as young people as possible to become “chastity ambassadors,” who would share with others the importance of living a chaste life and what true love is all about.

Sixty such “ambassadors” have already been recruited two months ago, “who will spread the … message to others at least once a week,” said Darmawan.

The campaign will also use multimedia such as social networking websites, and radio and television to spread the chastity message, he said.

One “chastity ambassador,” Vincentius Wedyanto, admitted that he used to watch pornographic films. “I want to change my life,” he said. “And this campaign’s gatherings, confession sessions and prayer meetings make me realize that God is the only one who can heal me,” he told UCA News.

Father Ramadhani, who teaches biblical studies at the Jakarta-based Driyarkara School of Philosophy, said the campaign is in the form of a nine-month-long novena. “It is actually an expression of concern of young people who want to concretely translate Theology of the Body” into action.

Young people are targets of the campaign, he added, “because we … believe that they can reach out to other young people.”

IJ09037.1592 March 9, 2010 44 EM-lines (444 words)

http://www.ucanews.com/2010/03/09/catholic-youths-launch-chastity-campaign

 
Page 1 of 212
© 2010 True Love Celebration