TLC 2010 – Chastity Campaign dalam 1 kalimat

Jawaban singkat “Apa sih TLC 2010 – Chastity Campaign” ?

Gerakan orang muda dalam menyebarluaskan cinta sejati melalui seksualitas kita sebagai cowok dan cewek.

 

Every Man’s Struggle

Video clip keren tentang Cowo dan Pornografi.  Langsung aja cekidot!

Video clip keren tentang Cowo dan Pornografi.  Langsung aja cekidot!

Tagged with:  

Chastity VS Abstinence

“Saya manusia biasa. Saya seorang Kristiani yang taat. Tapi… Bagaimanapun, saya akui, saya juga memiliki dorongan seksual.” Jadi gimana donk ? [Read More]

Percabulan merupakan dosa. Gereja mengajarkan demikian dan saya yakin semua orang setuju. Bahkan Yesus berkata, bila kita sudah mengingini perempuan atau laki-laki saja, kita sudah berbuat cabul dalam pikiran. Lalu kita mungkin bertanya : “bagaimana dengan hasrat seksual saya?”

Admit it : We have sexual desire

“Saya manusia biasa. Saya seorang Kristiani yang taat. Tapi… Bagaimanapun, saya akui, saya juga memiliki dorongan seksual.”

Selama ini mungkin kita berpikir bahwa dorongan seksual adalah dosa. Bila muncul pikiran soal seks, mungkin kita cenderung berkata pada diri kita, “Don’t think about sex! Don’t think about sex! Lupakan itu!” Kita cenderung menahan hasrat seksual kita, khususnya bagi yang belum menikah, kita tahu bahwa belum saatnya untuk melakukan hubungan seks. Dan kita berpikir bahwa untuk menjadi seorang yang baik, yang kudus, yang suci, kita harus melupakan seks.

Mari buang semua pikiran lama, dan akuilah, kita memiliki keinginan seksual. Siapapun kita, laki-laki atau perempuan, seorang biarawan maupun awam, seorang pelayan Tuhan maupun umat biasa, semua manusia memiliki keinginan seksual.

Seksualitas kita merupakan suatu GIFT atau karunia dari Tuhan. Dan dorongan seksual bukanlah suatu dosa. Sebab seksualitas manusia diciptakan Tuhan juga. Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang buruk. Dengan adanya seks, suatu kehidupan baru dapat muncul. Tuhan menciptakan manusia dan Ia berkata, “amat sangat baik”, Tuhan juga berkata demikian terhadap seksualitas kita.

Dalam menghadapi dorongan seksual kita, terdapat 2 jenis pandangan, yaitu :

1. Abstinence

Di sekolah maupun di keluarga, bila ada pertanyaan mengenai seks, mungkin guru dan orang tua kita akan berkata : “itu hanya untuk yang sudah menikah.” atau “tidak boleh sebelum married!” Apa yang guru dan orang tua itu katakan, mengajarkan anak-anaknya tentang abstinence.

Jika kita lihat di kamus, abstinence artinya menahan nafsu. Seperti halnya ketika sedang berpuasa, kita menahan nafsu untuk tidak makan atau seperti berpantang, kita menahan nafsu untuk makan makanan kesukaan kita.

Namun, bila abstinence ini kita terapkan terhadap dorongan seksual. Seseorang tidak akan sepenuhnya bebas dari dorongan seksualnya. Yang ada ia malah menahan, menahan dan menahan hasrat seksualnya.  Akibatnya dapat muncul bentuk pelampiasan seksual seperti ketergantungan pada pornografi dan masturbasi. Dan, bila seseorang sudah mencapai suatu kebebasan untuk melakukan hubungan seksual, segala dorongan yang terpendam itu akan BOOOM meledak. Akibatnya dorongan seksual menjadi tidak murni.

2. Chastity

Chastity berbeda dengan abstinence. Tepatnya, chastity jauh lebih indah daripada abstinence. Bila abstinence mengajarkan kita untuk berkata TIDAK pada seks, chastity tidak hanya mengajarkan kita untuk berkata TIDAK, tetapi juga berkata YA pada cinta sejati dan segala keinginannya.

Chastity tidak mengajarkan kita untuk menahan atau mengabaikan segala hasrat seksual alamiah kita, tetapi membantu kita mengarahkan hasrat seksual kita. Sebab Tuhan menginginkan kita untuk mampu mengendalikan dorongan seksual kita dan mengarahkannya kepada dorongan yang lebih dalam yaitu mencintai dengan murni.

“When you decide firmly to lead a clean life, chastity will not be a burden on you: it will be a crown of triumph.” St. Josemaria Escriva

Tuhan memberikan manusia akal budi. Akal dan budi kita seharusnya mampu mengendalikan semua yang kita inginkan, termasuk mengendalikan dan mengarahkan hasrat seksual kita. Manusia berbeda dari binatang. Akal dan budi inilah membedakan kita dari binatang. Binatang hidup berdasarkan naluri atau insting atau keinginannya saja.

Chastity ialah gaya hidup baru yang dapat kita terapkan untuk menemukan cinta sejati. Karena cinta sejati bukan hanya soal seks, melainkan cinta sejati adalah soal pengorbanan diri, pemberian diri secara total, bebas, setia dan berbuah. Dan hanya orang-orang yang mampu mengendalikan hasrat seksualnya yang mampu untuk menemukan makna cinta sejati itu.

Let’s make chastity as our lifestyle!

“Only the chaste man and the chaste woman are capable of true love.” Pope John Paul II

Tagged with:  

C-Ambassador Gathering

ALL ARE WELCOME!

Because you, YOUNG PEOPLE, are the solution!

ALL ARE WELCOME!

Kita akan ngobrol-ngobrol tentang Chastity dan juga tentang True Love Celebration movement ini.

Silakan ajak teman, tetangga, kekasih, dan even supir juga okay kok =)

It’s time to make a difference

It’s time to stop being a mediocre

It’s time to experience the True Love

Because you, YOUNG PEOPLE, are the solution!

Minggu, 21 February 2010
1pm – 4pm

Ruko Gading Batavia
Blok LC 11 No. 26
Kelapa Gading

Perlu info lebih, silakan kontak:
Ricky – 08180 811 9581
Ricca – 08180 825 0591

 

Created For LOVE

L.O.V.E.
Love. Cinta. Siapa tidak mengenal kata cinta? Siapa tidak pernah merasakan yang namanya cinta? Anak-anak kecil pun sudah bisa berpendapat jika ditanyain apa itu cinta. Cinta menjadi topik yang paling laris manis. Di Indonesia saja terdapat ratusan bahkan ribuan penyanyi yang menyanyikan lagu cinta, ratusan film sinetron yang bertemakan cinta, entah itu cinta terlarang, cinta [...]

L.O.V.E.

Love. Cinta. Siapa tidak mengenal kata cinta? Siapa tidak pernah merasakan yang namanya cinta? Anak-anak kecil pun sudah bisa berpendapat jika ditanyain apa itu cinta. Cinta menjadi topik yang paling laris manis. Di Indonesia saja terdapat ratusan bahkan ribuan penyanyi yang menyanyikan lagu cinta, ratusan film sinetron yang bertemakan cinta, entah itu cinta terlarang, cinta monyet, cinta sejati, atau apapun. Padahal topiknya hanya satu, yaitu cinta.

Mengapa cinta menjadi topik yang paling hangat dan tak akan pernah kehilangan nilai jualnya? Jawabannya terdapat pada diri anda sendiri! Karena pada dasarnya, setiap manusia,termasuk anda, diciptakan oleh Tuhan berlandaskan cinta. Dan setiap manusia dipanggil untuk mencintai.

Dikatakan bahwa manusia diciptakan seturut gambar dan rupa Tuhan. Dan Alkitab juga berkata bahwa: GOD is LOVE. Allah adalah kasih. Maka sudah seharusnya cinta itu ada didalam diri manusia.

love

love

Loves Equals Communion

Kita, manusia, diciptakan seturut citra Allah yang adalah kasih, maka sudah menjadi kodrat dan sudah selayaknya dan bahkan seharusnya manusia hidup dalam cinta kasih.

Man cannot live without love.”

Pope John Paul 2

Sekarang, ketika cinta atau kasih itu kita rasakan, cinta itu pasti tidak berhenti pada diri kita sendiri. Cinta tidak pernah terisolasi. Ketika ada cinta, maka pasti ada yang mencintai dan ada yang dicintai, dan cinta diantara mereka. Pasti ada persekutuan/hubungan antar manusia, hubungan yang dieratkan oleh cinta, dan mereka saling memberikan dirinya dalam cinta. Maka, kasih atau cinta itu sama dengan bersekutu, koinonia.  Seperti sifat Allah Tritunggal, ada Bapa, ada Putra dan juga ada Roh Kudus sebagai api cinta pengikat diantaraNya.

Itulah sebabnya, Allah berkata, “tidak baik bila manusia itu sendirian saja.” Sebab, manusia membutuhkan pendamping hidupnya untuk saling berbagi dan saling memberi. Gereja mengajarkan, “Manusia dapat dengan penuh memahami citra dirinya sendiri hanya dalam pemberian tulus dari dalam diri sendiri.”

Life is not worth living unless it is lived for others.

Mother Teresa

Nothing hurts like love – Daniel Bedingfield

Jika setiap manusia dipanggil untuk mencintai, maka seharusnya cinta itu menghasilkan sesuatu yang baik bukan? Tetapi kadang sebaliknya. Tidak sedikit jalinan cinta kasih suami istri yang terputus alias bercerai dan meninggalkan luka, kekesalan, dendam dalam lubuk hati masing-masing. Banyak anak muda yang baru belajar mengenal cinta dari lawan jenis nya mengalami broken heart atau patah hati dan mengakibatkan hilangnya makna hidup dan tak sedikit yang hidupnya jadi hancur berantakan.

Mengapa?

Semua ini berasal dari satu pilihan yang berakibat fatal. Yaitu pilihan yang didasari ketidakpercayaan pada Allah. Yaitu pilihan yang dipilih oleh Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang. Mulai dari situ, semua manusia memiliki dosa asal. Setiap bayi yang baru lahir, sudah memiliki hutang dosa. Dosa memutuskan hubungan manusia dengan Tuhan.

Hubungan manusia yang sudah terputus itu, sudah didamaikan kembali oleh yang namanya cinta. Yaitu cinta yang Yesus tunjukkan diatas kayu salib 2000 tahun yang lalu untuk membayar lunas setiap manusia dari hutang dosa. Yesus sendiri berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yohanes 15:13.

Kasih dari Allah adalah kasih terbesar yang pernah ada. Kasih yang tiada duanya. Allah menawarkan kasih yang begitu tulus dan tidak bisa diperoleh dari manusia manapun juga.

Created for love

Seperti Yesus, kita dipanggil untuk mencintai. Dan mencintai itu tidak pernah mudah. Jika kita mencintai, maka kita memberi. Jika kita memberi, maka ada sesuatu yang diambil dari kita, bisa banyak bisa sedikit. Dan dalam proses mencinta atau proses ‘pengambilan’ itu bisa dilakukan dengan lembut atau dengan kasar, sehingga tak jarang menimbulkan luka. Luka yang tidak mudah hilang dan bahkan berbekas. Itulah konsekuensi dari cinta.

Dan konsekuensi itu tidak dihadapkan pada pertanyaan ‘apakah saya bisa?’, tetapi seharusnya pada pertanyaan, “apakah saya mau?” Dan ketika kita putuskan untuk mencinta, maka kita masuk dalam suatu proses yang tidak ada habisnya. Yaitu proses menjadi diri kita. Mengapa?  Sebab, semakin kita mencintai, semakin kita menjadi diri kita.

Because, we are created for love.

Source: Jason Evert, Theology of the Body for teens chapter 1.

Tagged with:  

Tubuhmu Mengubah Dunia

Tubuh adalah sarana setiap orang untuk mengungkapkan dirinya. Tubuh menjadi center kehidupan, yang selalu diperhatikan dalam kehidupan. Keberadaan setiap orang (sebagian besar) dinilai dari keberadaan tubuhnya. Tubuh seharusnya menjadi tanda kebesaran Allah pencipta yang tiada taranya.
Tetapi melalui tubuh ini pula, kemurnian kasih Tuhan perlahan-lahan surut, dan di satu titik semua kebohongan bisa menjadi kebenaran. Di [...]

Tubuh adalah sarana setiap orang untuk mengungkapkan dirinya. Tubuh menjadi center kehidupan, yang selalu diperhatikan dalam kehidupan. Keberadaan setiap orang (sebagian besar) dinilai dari keberadaan tubuhnya. Tubuh seharusnya menjadi tanda kebesaran Allah pencipta yang tiada taranya.

Tetapi melalui tubuh ini pula, kemurnian kasih Tuhan perlahan-lahan surut, dan di satu titik semua kebohongan bisa menjadi kebenaran. Di saat itu, kebahagiaan hanyalah ilusi.

Friends, hari ini banyak dari kita yang hidup dalam kebohongan itu. Kebohongan yang begitu nyata, sehingga kita menganggap itu adalah kebenaran.

Seorang perempuan yang memberikan tubuhnya jauh sebelum ia berpikir tentang pernikahan, menyangka bahwa dengan tubuhnya ia bisa mendapatkan cinta sejati. Kenyataannya, 21 hari kemudian hubungan mereka putus tanpa bekas.(Satu studi menunjukan angka rata-rata satu hubungan bertahan di kalangan anak SMA setelah mereka melakukan hubungan seksual hanya 21 hari!)(1)(2)
Hal ini bukan hanya terjadi pada perempuan, tetapi banyak laki-laki yang juga terjerumus pada kebohongan ini tanpa mereka sadari.

Seorang laki-laki tidak dapat menahan dirinya untuk terus melakukan masturbasi, dan layar computer menjadi pengisi hatinya yang mungkin haus akan cinta. Lalu sepertinya semua terpuaskan saat selesai melakukan masturbasi, tanpa ia sadari bahwa semuanya itu hanya kebohongan. Maka iapun kembali masuk pada kesepian dan kehausan akan kasih, yang bahkan lebih parah daripada sebelumnya.

Padahal masturbasi itu menyebabkan: (3)
-          Melemahnya sistem pertahanan tubuh
-          Ejakulasi premature di kemudian hari
-          Kerontokan rambut
-          Nyeri pada bagian panggul
-          Menurunnya kadar mineral tertentu dalam tubuh (akibat sering keluarnya cairan sperma) yang berfungsi untuk: sintesa DNA untuk pembelahan dan pertumbuhan sel, kerja fungsi hati, dsbnya.

Gaya hidup hari ini mengajak kita untuk mengeksploitasi tubuh kita. Banyak media yang menuntun kita untuk menggali kenikmatan yang sebesar-besarnya dari tubuh kita (dan pasangan), tanpa pernah memberikan waktu untuk berdiam sejenak dan merenungkan betapa tubuh ini diberi kemampuan yang luar biasa, untuk menaklukan dunia.

Melalui tubuh yang telah ditebus ini (seharusnya) kita mampu melakukan banyak perkara besar.
Melalui tubuh yang telah ditebus ini (seharusnya) kita dapat meraih semua mimpi-mimpi yang ada dalam hati kita yang terdalam.
Melalui tubuh yang telah ditebus ini (seharusnya) kita mampu ke luar dari kebohongan dan mendapatkan cinta sejati serta kebahagiaan.

Melalui kebenaran yang ditaburkan lewat cinta sejati Tuhan Yesus, kita dapat meraih kemenangan, dan bersama Dia kita berjalan dari satu kemenangan menuju kemenangan berikutnya dalam hidup kita.

Lewat tubuh yang telah ditebus oleh darah Yesus di atas kayu salib,  kita mewartakan kebenaran cinta sejati Tuhan yang membebaskan, dan bahkan mengubah wajah dunia ini.

Bersama –sama kita kibaskan kebohongan yang selama ini kita percayai, dan berlari-lari kepada kebenaran sejati dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39)


Reference:
(1)The New Sex Revolution: http://chastity.com.
(2)J.D.Teachman, J.Thomas, dan K.Paasch. “Legal Status and the Stability of Coresidential Unions.” Demografi (November 1991): 571-583.
(3)What are the side effect of masturbation? : The Revolution Health http://www.revolutionhealth.com/forums/sexual-health/male-sexual-dysfunction/156609

 

Young people are the Solution

Dari waktu ke waktu, Tuhan memanggil orang muda untuk bergerak membawa pembaharuan.  Lihat saja Yosua yang membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Atau Samuel yang mendengar Tuhan memanggil namanya. Atau Gideon yang dipilih untuk memimpin 300 umat Allah menghancurkan ribuan pasukan musuh. Atau bayangkan Daud yang paling muda di antara saudaranya, namun justru dipilih [...]

Dari waktu ke waktu, Tuhan memanggil orang muda untuk bergerak membawa pembaharuan.  Lihat saja Yosua yang membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Atau Samuel yang mendengar Tuhan memanggil namanya. Atau Gideon yang dipilih untuk memimpin 300 umat Allah menghancurkan ribuan pasukan musuh. Atau bayangkan Daud yang paling muda di antara saudaranya, namun justru dipilih Tuhan untuk mengalahkan raksasa Goliath.

Hari ini ada raksasa lain yang berdiri besar di hadapan sebuah generasi yang sedang memasuki ambang hari esok. Raksasa ini adalah sex lies, atau kebohongan seksual! Kebohongan ini merasuki jutaan penduduk dunia lewat pengertian yang salah tentang artinya menjadi cowok, menjadi cewek, dan bagaimana membangun  relasi yang sehat di antara mereka.

Akibatnya, kecanduan pornografi dan masturbasi jadi kebiasaan normal di kalangan remaja. Jutaan dollar dihabiskan untuk industri pornografi, hubungan seks di luar nikah semakin menggila, dan tingkat perceraianpun meningkat terus.

Lebih menyedihkan lagi adalah kenyataan para pelakunya yang nggak menyadari bahwa sex lies melumpuhkan kemampuan mereka  untuk mencintai. Pacaran dan hubungan seks bukan menjadi ungkapan cinta yang sejati lagi, tapi sekedar sarana pemuas napsu belaka. Sikap ini lalu terbawa ke dalam pernikahan, dan perlahan-lahan menghancurkannya. Atau jangan-jangan para pelakunya nggak keburu menikah karena virus HIV lebih cepat menggerogoti tubuh mereka. Mau dibawa ke mana dunia ini kalau generasi mudanya kayak gini?

But this is not the end of the story.

Orang muda bukan perusak generasi ini!

Orang muda justru solusinya terhadap tantangan yang ada hari ini.

Kenapa? Karena kalau orang muda memahami benar apa yang sesungguhnya memuaskan hati mereka dan membuat hidup mereka berarti, bukan hanya mereka akan meninggalkan sex lies dan berjuang untuk hidup yang baru dalam kemurnian seksual (chastity), tapi juga mereka akan mewartakan kebenaran ini sehingga wajah generasi ini menjadi baru!

Waktu orang-orang muda berubah, gerak duniapun berubah – because young people today determine the direction of the world today and tomorrow!

Seperti gelap selalu lenyap apabila terang datang, demikian juga kebohongan selalu kalah apabila kebenaran datang. Ini janji Tuhan, dan ini jaminan bahwa chastity atau kemurnian seksual pada akhirnya pasti menang. Seperti Daud menumbangkan raksasa Goliath dengan sebuah batu, demikian orang muda akan menumbangkan kebohongan seks dengan true love yang dari Tuhan.

Nggak heran kalau Paulus berpesan pada Timotius “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu dan dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Tim 4:12).

Mungkin Paulus juga tahu, bahwa orang-orang muda seperti Timotius inilah solusi yang akan menumbangkan raksasa-raksasa jaman kita. Atau orang-orang muda seperti Maria, yang rahimnya dipilih Allah menjadi Ruang Maha Kudus bagi sumber keselamatan bangsa-bangsa.

Young people are not the problem, they are indeed the solution

 

Tagged with:  

Welcome to c-TALKS

Aloouww!
c-TALKS ini niy akan menjadi salah satu tempat kita belajar bareng dari nyepel C-H-A-S-T-I-T-Y sampe bener2 bergaya hidup ala Chastity =)
Regular contributors kita disini adalah:  Riko Ariefano, Lia Ariefano, dan Francisca Monica.
(…Nanti kenalin diri kalian masing2 yehhh)
Untuk yang lain…Feel free to express your opinion, question, and insight okay…..with Respect and Love!
Salam Chastity!

Aloouww!

c-TALKS ini niy akan menjadi salah satu tempat kita belajar bareng dari nyepel C-H-A-S-T-I-T-Y sampe bener2 bergaya hidup ala Chastity =)

Regular contributors kita disini adalah:  Riko Ariefano, Lia Ariefano, dan Francisca Monica.
(…Nanti kenalin diri kalian masing2 yehhh)

Untuk yang lain…Feel free to express your opinion, question, and insight okay…..with Respect and Love!

Salam Chastity!

 
© 2010 True Love Celebration